TARAKAN - Rencana pelelangan pengelolaan kawasan wisata Ratu Intan Pantai Amal oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan tidak hanya difokuskan pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga dibarengi dengan upaya mengantisipasi dampak sosial yang berpotensi muncul di tengah masyarakat.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, mengatakan, hingga saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian mendalam. Pemerintah berupaya memastikan setiap langkah yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang selama ini memanfaatkan kawasan tersebut.
“Harapan kita tentu kawasan ini bisa memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kondisi objektif di lapangan, baik dari sisi kesiapan infrastruktur, kondisi pelaku usaha di sekitar, maupun kemampuan daya beli masyarakat yang datang berkunjung,” ujarnya, Minggu (26/4).
Menurutnya, salah satu perhatian utama pemerintah adalah kemungkinan perubahan pola akses dan tarif yang dapat berdampak langsung pada pengunjung serta pelaku usaha lokal. Karena itu, skenario terburuk pun mulai disiapkan sebagai langkah antisipasi sebelum kebijakan benar-benar diterapkan.
“Kita tentu berharap hasil yang terbaik dari rencana ini, tetapi dalam setiap kebijakan kita juga harus menyiapkan skenario terburuk sebagai langkah antisipasi, sehingga keputusan yang diambil benar-benar melalui analisa yang matang, terukur, dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” katanya.
Ia menjelaskan, meski melibatkan pihak ketiga dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pemerintah tetap menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama. Kajian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial hingga regulasi.
“Kalau dikelola oleh pihak yang memang memiliki keahlian dan pengalaman di bidangnya, serta memiliki mindset bisnis yang kuat, tentu hasilnya akan lebih maksimal, baik dari sisi pengelolaan, pelayanan, maupun pengembangan kawasan ke depan,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT