TARAKAN - Upaya mendorong koperasi kelurahan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Kota Tarakan kini dihadapkan dengan tantangan kompleks mulai dari infrastruktur, dukungan akses maupun sistem yang pelaksanaan yang dinilai inkonsisten. Sehingga kondisi ini menyebabkan sebagian besar Koperasi Merah Putih (KMP) berjalan "terlontang-lantung" demi untuk bertahan. Di sisi lain, hal tersebut diperparah dengan sulitnya KMP bersaing dengan retail sehingga kondisi ini membuat KMP kian terjepit.
Saat dikonfirmasi, Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Selumit sekaligus Koordinator KMP se-Tarakan, Saifullah mengatakan, sejak awal Tarakan sebenarnya menjadi daerah yang cukup progresif dalam menjalankan program koperasi kelurahan. Namun dalam perjalanannya, realisasi di lapangan masih jauh dari harapan.
Ia menyebut, dari total kelurahan yang ada, baru sebagian kecil koperasi yang benar-benar berjalan aktif. “Dari awal ini faktanya Tarakan adalah daerah yang 100 persen pertama KKIP-nya berjalan. Tetapi menginjak sekarang, hari ini baru sekitar 10 yang benar-benar berjalan. Ini jadi catatan penting bagi kita semua,” ujarnya, Minggu (26/4).
Menurut Saifullah, salah satu persoalan utama terletak pada skema pembiayaan yang dinilai terlalu besar jika harus mengandalkan dana transfer seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan gerai koperasi di tiap kelurahan. Ia menghitung, jika satu kelurahan membutuhkan sekitar Rp 3 miliar, maka total anggaran bisa membengkak hingga puluhan miliar rupiah.
“Bayangkan saja kalau Rp 3 miliar dikali 20 kelurahan, itu bisa sampai Rp 60 miliar. Ini jelas menggerus APBD. Padahal menurut hitungan kami, itu tidak harus sebesar itu. Jadi kami menawarkan skema yang jauh lebih hemat dengan memanfaatkan bangunan atau aset kelurahan yang sudah ada, kemudian dilakukan perbaikan ringan untuk dijadikan kantor atau gerai koperasi. Kami memperkirakan kebutuhan anggaran per kelurahan hanya berkisar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta," jelasnya.
“Ini jauh lebih hemat dibanding harus bangun baru. Saya rasa itu cukup efektif di tengah kondisi yang mengharuskan kita efisien," lanjutnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT