Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Iduladha Sapi Masuk Tarakan Diawasi Ketat, Terindikasi Penyakit Langsung Dikarantina

Eliazar Simon • Jumat, 24 April 2026 | 17:32 WIB
DIAWASI : BKHIT Kaltara memastikan setiap hewan yang datang  diawasi dan diperiksa ketat jelang Iduladha. ELIAZAR/RADAR TARAKAN
DIAWASI : BKHIT Kaltara memastikan setiap hewan yang datang  diawasi dan diperiksa ketat jelang Iduladha. ELIAZAR/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Arus masuk sapi ke Tarakan menjelang Hari Raya Iduladha tak dibiarkan longgar. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara (BKHIT) memastikan setiap hewan yang datang diperiksa ketat. Bahkan, jika satu saja terindikasi penyakit, seluruh koloni siap “dikunci” melalui karantina.

Paramedik BKHIT Kaltara, Bambang Suryono Nadi menegaskan langkah ini sebagai bentuk pencegahan dini agar penyakit tidak menyebar luas. “Kalau ada indikasi penyakit, bukan hanya satu ekor, tapi satu koloni langsung dikarantina,” tegasnya. 

Namun demikian, sapi yang terindikasi sakit tidak otomatis dilarang beredar. Hewan tetap bisa dijual, dengan catatan harus melalui proses karantina berlapis dan pengujian ulang.

“Minimal satu minggu dikarantina, lalu 14 hari kemudian diuji lagi. Kalau sudah dinyatakan aman, baru boleh disebarkan,” jelasnya.

Jika hasil uji ulang masih menunjukkan adanya penyakit, masa karantina akan diperpanjang hingga hewan benar-benar pulih. Tak hanya itu, BKHIT juga turun langsung memberikan pengobatan tanpa dipungut biaya. “Kalau sakit, kita obati. Gratis,” singkatnya.

Dalam proses pemeriksaan, petugas tidak sekadar mengambil sampel secara acak. Sapi dengan kondisi fisik mencurigakan menjadi target utama pemeriksaan.
“Kita lihat fisiknya. Kalau ada gejala, itu yang kita dahulukan,” ujarnya.

Diketahui, sapi yang masuk ke Tarakan mayoritas berasal dari Gorontalo dan didatangkan secara bertahap. Dari target sekitar 1.500 ekor, baru sekitar 700 ekor yang telah tiba. Pengawasan pun dipastikan tidak berhenti. Setiap pengiriman baru akan kembali diperiksa dengan pola yang sama.

Dengan pengawasan berlapis ini, BKHIT memastikan kesehatan hewan tetap terjaga, sekaligus memberi rasa aman bagi masyarakat menjelang momen kurban. “Setiap ada pemasukan, pasti kita ambil sampel lagi. Ini sudah jadi rutinitas,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#iduladha #kaltara #hewan ternak #hewan kurban #BKHIT