TARAKAN - Hebohnya Isu flu burung di masyarakat memicu gelombang kekhawatiran public, hal tersebut mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan turun tangan memberikan klarifikasi, setelah banyak masyarakat hingga pelaku usaha unggas meminta kepastian atas kebenaran informasi yang beredar.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Tarakan, Paulus mengatakan,dampak dari informasi tersebut cukup luas karena menyasar berbagai kalangan. Mulai dari pengusaha ternak, pedagang ayam di Pasar Tenguyun dan Pasar Gusher, penjual rumahan, hingga pihak dari luar daerah turut menghubungi instansinya untuk meminta penjelasan. “Jadi memang dampaknya luas sekali karena informasi ini cepat menyebar,” ujarnya Jumat (24/4).
Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan kasus flu burung di Tarakan, baik pada manusia maupun unggas. Pernyataan tersebut didasarkan pada hasil pengujian sampling yang dilakukan secara berkala dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari pengawasan rutin.
“Kasus flu burung pada manusia sampai saat ini belum pernah ditemukan di Tarakan. Data 2-3 tahun terakhir, untuk pengujian sampling unggas di Tarakan, flu burung juga tidak ditemukan sama sekali. Jadi masyarakat tidak perlu panik berlebihan,” tegasnya.
Paulus merinci, pada tahun 2024 pihaknya melakukan pengambilan 87 sampel unggas yang tersebar di pasar dan peternak di empat kecamatan, dan seluruhnya dinyatakan negatif. Sementara pada tahun 2025, sebanyak 56 sampel yang diambil juga menunjukkan hasil yang sama, yakni tidak ditemukan indikasi flu burung pada ayam.
“Pengambilan sampel itu kita lakukan di seluruh kecamatan, bukan hanya di Pasar Gusher dan Pasar Tenguyun, tapi juga di wilayah lain seperti Juata Laut. Jadi cakupannya luas. Makanya kami juga kaget sekali kok ada informasi seperti itu yang beredar,” bebernya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT