Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Surat Internal Dinkes Tarakan Soal Flu Burung Bocor ke Publik, Ini Dugaan Sumber Penyebabnya

Zakaria RT • Jumat, 24 April 2026 | 17:16 WIB
DAGING AYAM: Suasana penjualan daging ayam di Pasar Tengguyun. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
DAGING AYAM: Suasana penjualan daging ayam di Pasar Tengguyun. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN – Terjadinya kebocoran surat internal Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan yang ditujukan kepada puskesmas se-Tarakan yang berstatus terbatas, menimbulkan perhatian besar masyarakat. Sehingga hal tersebut menimbulkan kepanikan hingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pedagang unggas di pasar tradisional.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, Devi Ika Indriarti menyayangkan beredarnya surat yang sebenarnya ditujukan khusus kepada puskesmas sebagai bentuk kewaspadaan internal, namun justru tersebar ke publik tanpa penjelasan utuh sehingga memicu salah persepsi di tengah masyarakat.

“Sebenarnya kalau kami sudah lacak. Tapi bukan oknum internal Dinkes yang menyebarkan, orang di internal puskesmas. Tapi sebenarnya terkait dengan kebebasan di medsos, harus hati-hati. Kalau tidak ada kapasitasnya tidak boleh langsung disebarkan seperti itu. Karena bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/4)

Ia menjelaskan, surat tersebut disampaikan melalui aplikasi khusus Srikandi yang hanya bisa diakses oleh jajaran Dinkes dan puskesmas. Artinya, dokumen tersebut bukan untuk konsumsi publik, melainkan sebagai pengingat kewaspadaan dini agar fasilitas kesehatan meningkatkan edukasi kepada masyarakat jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Surat itu disebarkan tanpa penjelasan yang utuh, tentu bisa menimbulkan persepsi yang salah dan akhirnya membuat masyarakat resah. Kejadian ini menjadi evaluasi penting bagi seluruh jajaran agar lebih berhati-hati dalam mengelola informasi, terutama yang berpotensi menimbulkan kegaduhan publik jika keluar dari konteksnya," ungkapnya.

“Kami berharap ini jadi pelajaran bagi semua, khususnya di internal, agar lebih bijak dalam menyampaikan informasi. Karena dampaknya bisa luas dan langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Ia mengakui, sejak surat tersebut beredar, pihaknya menerima banyak pertanyaan dari warga yang khawatir terhadap isu flu burung. Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh sangat cepat mempengaruhi persepsi publik.

“Memang setelah itu banyak sekali pertanyaan yang masuk ke kami. Artinya masyarakat sudah resah. Karena itu kami harapkan ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini,” ungkapnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#flu burung #h5n1 #tarakan #dinkes