TARAKAN – Tekanan akibat kenaikan harga elpiji non subsidi mulai memantik kekhawatiran, namun Pemerintah kota (Pemkot)Tarakan tak ingin gegabah mengambil langkah. Di tengah dinamika yang berkembang, pendekatan menyeluruh disiapkan, dengan melibatkan banyak pihak agar kebijakan yang diambil tidak bersifat parsial dan justru memperkeruh keadaan di lapangan.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud mengatakan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam merespons situasi tersebut. Pemerintah, kata dia, akan menggandeng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelaku usaha hingga distributor untuk merumuskan solusi yang benar-benar komprehensif.
“Kita juga akan melibatkan sebanyak mungkin stakeholder, baik di Polkom Pimda maupun misalnya para pelaku. Kita harus ajak bicara juga, supaya kita tidak mengambil langkah yang parsial, tapi betul-betul komprehensif,” ujarnya, Kamis (23/4).
Ia tidak menampik bahwa kenaikan harga elpiji non-subsidi berpotensi mendorong pergeseran konsumsi masyarakat ke elpiji subsidi 3 kilogram. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa memicu antrean panjang dan menambah tekanan terhadap distribusi gas subsidi yang sejatinya diperuntukkan bagi kelompok tertentu.
Menurutnya, tantangan pengawasan di lapangan juga tidak sederhana. Keterbatasan sumber daya manusia menjadi salah satu kendala dalam memastikan distribusi elpiji berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
“Yang paling penting yang pertama tadi, harus dilakukan check and recheck terkait keadaan itu. Apakah betul-betul secara menyeluruh terjadi di Tarakan atau hanya parsial? Kalau ini tidak kita pastikan dari awal, maka langkah-langkah berikutnya bisa tidak tepat sasaran,” tegasnya.
“Tapi kan seperti kita tahu, ketersediaan manpower di lapangan itu kan kita juga terbatas. Itu yang harus kita pastikan dulu. Dan sudah pastilah kita harus memastikan itu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan berdasarkan data yang ada,” lanjutnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pengembangan jaringan gas (jargas) yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap elpiji. Namun hingga kini, cakupan jargas di Tarakan masih belum merata dan belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Oke sudah ada jaringan gas. Tapi kan belum fully covered, belum tertangani semua. Nah bagaimanapun semua itu kan masyarakat Kota Tarakan, harusnya mendapatkan pelayanan sepenuhnya. Ini yang terus kita dorong agar bisa diperluas secara bertahap,” katanya.
Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar, mengingat pengembangan jargas masih dalam proses dan membutuhkan waktu serta dukungan dari berbagai pihak.
“Ya saya harap masyarakat bisa bersabar. Karena memang semuanya ongoing process sedang berjalan. Bagaimana ini terus diupayakan untuk pemenuhan jaringan gas ini agar ke depan bisa menjadi alternatif yang lebih stabil. Supaya kita mengambil kebijakan itu juga landasannya itu memiliki presisi tinggi, tidak berdasarkan asumsi atau informasi yang belum terverifikasi,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT