Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Balik Jeruji, WBP Lapas Tarakan Kejar Pendidikan Formal

Eliazar Simon • Kamis, 23 April 2026 | 15:00 WIB
PEMBINAAN : WBP Kelas II A Tarakan mengikuti program pembinaan intelektual yang digelar secara rutin di ruang perpustakaan, Rabu (22/4). LAPAS KELAS II A TARAKAN 
PEMBINAAN : WBP Kelas II A Tarakan mengikuti program pembinaan intelektual yang digelar secara rutin di ruang perpustakaan, Rabu (22/4). LAPAS KELAS II A TARAKAN 

TARAKAN – Puluhan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan mengikuti program pembinaan intelektual yang digelar secara rutin di ruang perpustakaan, Rabu (22/4).

Kegiatan yang diinisiasi Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimaswat) ini bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Al Marhamah Kota Tarakan. Program yang diberikan meliputi keaksaraan fungsional hingga pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C, serta pelatihan keterampilan lainnya.

Program ini dilaksanakan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Rabu, dan Kamis, dengan melibatkan WBP dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, dan jenis tindak pidana.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri menjelaskan, pembinaan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, khususnya di bidang intelektual, guna membentuk karakter sekaligus membekali WBP dengan pengetahuan dasar hingga tingkat menengah atas.

“Program ini penting agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat. Pendidikan menjadi kunci untuk membuka peluang hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif bagi seluruh WBP, termasuk anak binaan, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Menurutnya, program pendidikan kesetaraan ini juga menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional 2026 dengan fokus “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, sehingga hak akses pendidikan tetap terpenuhi meskipun sedang menjalani masa pidana.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Tarakan menggandeng lembaga pendidikan nonformal lokal yang menyediakan tenaga pengajar, kurikulum, hingga kebutuhan alat tulis.

Program ini juga merupakan implementasi Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, khususnya dalam penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.

Adapun tujuan utama program ini antara lain pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga mendukung reintegrasi sosial warga binaan setelah bebas. Selain itu, pembinaan intelektual juga diharapkan mampu menekan angka residivisme.

“Harapannya, mereka tidak hanya mendapatkan ijazah, tetapi juga keterampilan dan kepercayaan diri untuk memulai hidup baru setelah menjalani masa pidana,” tutupnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#pendidikan formal #tarakan #lapas #WBP #warga binaan