TARAKAN – Menjelang IdulAdha, masyarakat diminta lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Tim Karantina Hewan menegaskan pentingnya memastikan kondisi sapi benar-benar sehat sebelum dibeli.
Ketua Tim Karantina Hewan, drh Novelia menyebutkan,sapi yang laik kurban harus memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari usia cukup, tidak cacat, hingga menunjukkan kondisi fisik yang prima.
“Masyarakat harus memperhatikan kelincahan sapi, nafsu makan, serta memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit atau cacat fisik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, sapi yang masuk ke Tarakan, khususnya dari Gorontalo, umumnya telah dilengkapi dengan eartag resmi dari karantina sebagai bukti telah melalui proses pemeriksaan.
Selain itu, seluruh sapi juga telah mendapatkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta pengujian laboratorium, termasuk pemeriksaan ulang setibanya di Tarakan.
“Kami pastikan ternak yang beredar sudah melalui pengawasan berlapis, sehingga aman untuk masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya kepada masyarakat, pihak karantina juga mengingatkan pedagang agar selalu melengkapi sertifikat karantina saat mendatangkan sapi dari luar daerah.
Sertifikat tersebut dinilai penting untuk menjamin kesehatan ternak sekaligus meningkatkan kepercayaan pembeli.
Dengan meningkatnya kebutuhan kurban setiap tahun, kesadaran bersama antara pedagang dan pembeli dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan keamanan hewan kurban di pasaran. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT