TARAKAN — Kisah pilu menyelimuti penemuan mayat pria berinisial BS di sebuah kontrakan di kawasan Karang Anyar, Tarakan Barat, Senin (20/4) malam. Korban diduga telah meninggal dunia selama beberapa hari tanpa diketahui siapa pun.
Kapolres Tarakan, Erwin Syaputra Manik melalui Kapolsek Tarakan Barat, Muhamadong mengatakan, korban diketahui tinggal seorang diri di kontrakan tersebut.
“Korban memang hidup sendiri, tidak ada keluarga yang tinggal bersama di lokasi,” ungkapnya.
Kondisi ini diduga menjadi penyebab utama keterlambatan penanganan saat korban mengalami sakit. Padahal, dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit dan kerap mengeluhkan sakit di bagian dada.
Bahkan, pihak keluarga sebenarnya telah berupaya mengajak korban tinggal bersama di wilayah Selumit dan telah menyiapkan tempat tinggal. Namun korban memilih tetap hidup sendiri.
“Sudah disiapkan tempat oleh keluarga, tapi korban tidak berkenan pindah,” jelas IPTU Muhamadong.
Beberapa hari sebelum ditemukan meninggal, korban sempat mengunjungi keluarganya. Namun setelah kembali ke kontrakan, korban tidak lagi terlihat hingga akhirnya warga mencium bau tidak sedap.
Saat ditemukan, pintu rumah dalam kondisi terkunci dari dalam, menandakan tidak ada aktivitas keluar masuk selama beberapa hari. Jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di wilayah Selumit pada malam hari setelah proses identifikasi selesai. Kepolisian memastikan tidak ada unsur tindak pidana dalam kejadian tersebut. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT