TARAKAN - Tumpukan tunggakan iuran BPJS Kesehatan di Kota Tarakan kini berada di titik yang sulit diabaikan. Nilainya menembus puluhan miliar rupiah, dengan mayoritas berasal dari peserta mandiri kelas 3 yang tidak lagi mampu menjaga status kepesertaan tetap aktif.
Di tengah tekanan itu, BPJS Kesehatan menawarkan jalan keluar yang tidak biasa berupa intervensi anggaran daerah sebagai solusi cepat untuk memutus beban lama sekaligus memulihkan akses layanan kesehatan masyarakat.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tarakan, Yusef Eka Darmawan mengatakan, skala persoalan yang dihadapi saat ini. Ia menyebut jumlah peserta menunggak mencapai puluhan ribu orang dengan nilai tunggakan yang signifikan.
“Data kami menunjukkan ada 39.378 peserta mandiri kelas 3 yang menunggak, dengan total nilai sekitar Rp 24 miliar. Ini angka yang cukup besar dan menjadi perhatian bersama. Kalau pemerintah daerah bersedia mengalokasikan anggaran sekitar Rp 11 miliar untuk menjamin kepesertaan mereka selama delapan bulan, maka tunggakan Rp 24 miliar itu bisa dihapuskan. Ini bentuk efisiensi yang sangat jelas,” ujarnya, Senin (20/4).
Menurutnya, skema ini tidak hanya bicara soal angka tetapi juga menyentuh persoalan mendasar yang selama ini dialami masyarakat, yakni terputusnya akses layanan kesehatan akibat status kepesertaan yang tidak aktif.
Ia menjelaskan, selama peserta menunggak mereka tidak bisa mengakses layanan kesehatan sebelum melunasi kewajiban lama. Kondisi ini kerap menjadi penghalang utama terutama bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.
“Selama ini kendalanya, ketika peserta menunggak, statusnya menjadi tidak aktif. Saat mereka butuh layanan, mereka harus melunasi tunggakan terlebih dahulu. Ini yang sering menjadi hambatan. Dengan skema ini, beban itu bisa hilang,” jelasnya.
Yusef juga mengungkapkan bahwa rata-rata tunggakan per individu berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. Nilai tersebut dinilai cukup berat sehingga banyak peserta akhirnya memilih tidak melanjutkan pembayaran iuran.
“Jadi masyarakat tidak lagi terbebani utang lama, dan bisa langsung mengakses layanan kesehatan itu yang paling penting,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT