TARAKAN - Percepatan pembangunan gedung koperasi yang menjadi bagian dari program nasional mulai menuai sorotan di daerah. Sejumlah dinamika di lapangan, termasuk soal keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam proses pembangunan, dinilai sebagai konsekuensi dari kebijakan yang bergerak cepat.
Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Simon Patino mengatakan, kendala teknis yang muncul tidak bisa dilepaskan dari dorongan percepatan program yang datang dari pusat. Menurutnya, langkah cepat pemerintah memang kerap berimplikasi pada penyesuaian di tingkat pelaksanaan.
“Tujuan utamanya adalah percepatan pembangunan. Jadi kalau di lapangan ada yang merasa belum dilibatkan atau ada yang terlewati, itu bagian dari proses percepatan tersebut,” ujarnya, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, keterlibatan pihak seperti Agrinas dalam skema pembangunan justru menjadi bagian dari strategi untuk memastikan program berjalan sesuai koridor serta meminimalisir potensi penyimpangan.
“Ini bukan berarti ada yang ditinggalkan. Justru untuk menjaga agar prosesnya tetap terkontrol dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” katanya.
Lebih jauh, Simon mengingatkan agar pembangunan gedung koperasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata. Ia menilai, kesiapan kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, tanpa sistem yang matang dan pengelolaan yang siap, keberadaan gedung hanya akan menjadi simbol tanpa dampak nyata bagi pengembangan koperasi itu sendiri. “Kalau hanya bangun gedung tanpa kesiapan sistem dan SDM, itu tidak akan maksimal. Jadi harus seimbang antara pembangunan fisik dan penguatan kelembagaan,” jelasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menyikapi dinamika yang muncul secara bijak dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan negatif, mengingat program tersebut masih berada dalam tahap penyesuaian.
“Kita pahami dulu prosesnya. Ini program besar, pasti ada penyesuaian di sana-sini. Yang penting kita kawal bersama supaya tujuannya tetap tercapai,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT