Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jelang Iduladha, Satpol PP Tarakan Ingatkan Hewan Ternak Tak Dilepas Sembarangan

Zakaria RT • Minggu, 19 April 2026 | 20:35 WIB
BERI IMBAUAN: Hewan ternak masyarakat yang dilepas di kawasan rerumputan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
BERI IMBAUAN: Hewan ternak masyarakat yang dilepas di kawasan rerumputan. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Adanya laporan masyarakat terhadap beberapa gangguan hewan ternak sapi di Kota Tarakan, menimbulkan keresahan masyarakat khususnya pengguna jalan umum. Pasalnya, menjelang Iduladha sebagian pedagang ternak kerap melepaskan hewannya berkeliaran. Hal tersebut dinilai membahayakan masyarakat sekitar apalagi pengendara.

Menyadari hal tersebut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan mengimbau pedagang hewan ternak khususnya hewan kurban, agar tidak melepaskan hewannya untuk kenyamanan bersama.

Saat dikonfirmasi, Kepala Satpol PP Tarakan Sofyan mengakui menerima adanya laporan masyarakat di Jalan Bhayangkara terhadap aktivitas hewan ternak yang kerap menyebrang jalan secara mendadak. Selain itu pihaknya juga menerima adanya keluhan masyarakat Kelurahan Pantai Amal yang mengaku dagangannya ditabrak seekor sapi. Sehingga kata dia, pedagang wajib memiliki dan tidak melepas hewan ternak, terutama di kawasan jalan protokol yang ramai dilalui kendaraan.

"Sebenarnya ini fenomena setiap tahun, menjelang Iduladha banyak hewan kurban didatangkan. Tapi terkadang, pedagang ini bingung mau mengatur hewan dagangannya akhir kadang dilepas. Apalagi mungkin sapi baru datang dari perjalanan berminggu-minggu di atas kapal. Begitu turun dari kapal mungkin masih stres atau masih beradaptasi dengan lingkungan baru. Dari tempat asalnya yang hamparan luas, pindah ke kota akhirnya mereka masih asing melihat orang banyak. Ini hanya dugaan saya," ujarnya, Minggu (19/4)

“Setiap tahun (jelang Iduladha) memang jumlah hewan ternak yang didatangkan meningkat cukup signifikan. Karena itu kami mengimbau kepada pedagang maupun masyarakat agar tidak melepas hewan tanpa digembalai, apalagi di pinggir jalan. Ini untuk mencegah gangguan terhadap aktivitas masyarakat dan potensi kecelakaan,” sambungnya.

Ia menjelaskan, meskipun setiap tahun pihaknya selalu memberikan imbauan, namun pelanggaran serupa masih ditemukan di beberapa titik. Di antaranya di kawasan Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Kelurahan Karang Anyar hingga wilayah Pantai Amal, yang kerap menjadi lokasi hewan ternak berkeliaran tanpa pengawasan.

Dikatakannya, pemerintah tidak melarang keberadaan hewan tersebut, hanya saja dalam aktivitasnya diawasi oleh pemilik sebagai pihak yang bertanggung jawab. Ia menegaskan jika nantinya hawan tersebut melakukan hal yang merugikan masyarakat lainnya, maka pemilik yang bertanggung jawab.

“Dulu cukup sering terjadi kasus sapi tertabrak kendaraan, baik motor maupun mobil. Sekarang memang sudah jarang, tapi bukan berarti boleh dibiarkan. Selain membahayakan, ini juga meresahkan masyarakat. Belum lagi kalau hewan tersebut buang kotoran di jalan protokol, tentu sangat mengganggu kebersihan dan kenyamanan,” tegasnya.

"Kita semua senang banyak hewan kurban, cuma masyarakat yang berbisnis ini juga buatlah kandang sesuai jumlah hewan. Jangan sampai kandangnya tidak cukup menampung semua akhirnya sebagian dilepaskan berkeliaran di pemukiman masyarakat," urainya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #hewan ternak #satpol pp #hewan kurban