TARAKAN – Dua perkara penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang diungkap Polres Tarakan sepanjang Februari 2026 masih terus dikembangkan. Penyidik kini fokus menelusuri dugaan keterlibatan jaringan peredaran narkotika lintas daerah hingga lintas negara.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik melalui Kasat Resnarkoba IPTU Hendra Tri Susilo mengungkapkan, kedua kasus tersebut belum berhenti pada penangkapan tersangka, melainkan terus didalami untuk mengungkap aktor di balik jaringan.
Kasus pertama bermula dari informasi intelijen Badan Intelijen Strategis (BAIS) yang kemudian ditindaklanjuti dengan penangkapan tersangka berinisial JI di Jalan Gajah Mada, Tarakan, pada 12 Februari 2026.
“Tersangka diamankan saat berada di lokasi transaksi. Dari pemeriksaan awal, ia berperan sebagai perantara dan saat itu sudah ada pembeli,” ujarnya.
Sementara itu, pengungkapan kasus kedua berawal dari temuan koper mencurigakan oleh Bea Cukai Tarakan di Pelabuhan Malundung. Hasil koordinasi dan pengembangan mengarah pada penangkapan tersangka berinisial AI dengan barang bukti sabu seberat sekitar 784 gram.
“Kasus ini terungkap dari temuan koper. Setelah ditelusuri, kami berhasil mengamankan tersangka AI dengan barang bukti dalam jumlah besar,” jelasnya.
Dari hasil penyidikan, tersangka AI diduga merupakan bagian dari jaringan narkotika lintas negara. Ia diketahui terlibat dalam pengiriman sabu dari Kuala Lumpur menuju Banjarmasin melalui jalur Tawau–Nunukan, dengan Tarakan sebagai titik transit.
“Dalam aksinya, tersangka turun langsung menjemput barang dan berencana membawa kembali ke Banjarmasin melalui jalur darat. Upah yang dijanjikan sekitar Rp30 juta,” ungkapnya.
Lebih lanjut, AI juga mengaku bukan kali pertama menjalankan peran tersebut. Ia pernah terlibat dalam pengiriman dengan rute serupa, meski pada saat itu hanya bertugas sebagai kurir.
Saat ini, penyidik masih memburu pihak yang diduga sebagai pengendali jaringan. Meski identitas dan nomor komunikasi yang digunakan sudah tidak aktif, upaya pengembangan tetap dilakukan melalui koordinasi lintas wilayah.
“Kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan yang lebih besar. Koordinasi dengan kepolisian di daerah lain juga terus dilakukan,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT