TARAKAN - Meski Hari Raya IdulAdha masih 40 hari lagi, namun saat ini terpantau terjadi peningkatan sapu di beberapa penjualan ternak di Kota Tarakan. Kendati demikian, kondisi tersebut dinilai belum menjamin jumlah kebutuhan sapi di Kota Tarakan. Sehingga guna memastikan kebutuhan terpenuhi, pemerintah membuka opsi akan mendatangkan sapi dari luar daerah.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan, Paulus mengungkapkan, stok sapi lokal saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Iduladha 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat pemerintah daerah harus kembali mendatangkan sapi dari luar daerah.
Berdasarkan data sementara, jumlah sapi yang tersedia di Tarakan hanya berkisar antara 470 hingga 490 ekor, sementara kambing berada di angka 400 hingga 420 ekor. Jumlah tersebut dinilai jauh dari kebutuhan, mengingat pada tahun sebelumnya jumlah sapi yang dipotong mencapai 1.252 ekor. Lanjutnya, di tahun ini, kebutuhan bahkan diperkirakan meningkat sekitar 20 sampai 25 persen, atau berada di kisaran 1.500 ekor sapi.
“Kalau melihat tren tahun lalu, kebutuhan kita cukup tinggi, bahkan tahun ini diperkirakan naik. Jadi mau tidak mau kita harus mendatangkan sapi dari luar untuk menutup kekurangan itu. Saat ini Provinsi Gorontalo masih menjadi sumber utama yang direkomendasikan. Hal ini didasarkan pada pengalaman sebelumnya, di mana sapi dari sana dinilai aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," ujarnya, Jumat (17/4).
“Tapi tidak menutup kemungkinan juga pemerintah akan menjajaki kerja sama dengan daerah lain. Karena tidak selamanya kita bergantung pada Gorontalo. Kita juga harus punya alternatif lebih dari satu daerah supaya nantinya kalau kondisi di Gorontalo terkendala kita bisa mengandalkan pasokan dari daerah lainnya," sambungnya.
Adapun opsi tersebut tentunya harus sesuai standar kesehatan dan keamanan yang ditetapkan. Dalam upaya menjamin kelayakan hewan kurban, DKPP Tarakan juga akan memperketat pengawasan kesehatan dengan melibatkan Balai Karantina Kaltara. Pemeriksaan akan dilakukan secara langsung ke kandang-kandang ternak.
“Tapi tetap harus dipastikan keamanannya. Itu yang paling penting. Kami akan turun langsung ke kandang, melakukan pemeriksaan. Kalau ada gejala penyakit, akan diambil sampel darahnya. Nanti juga diberikan tanda bahwa sapi tersebut sudah diperiksa oleh dokter hewan,” katanya.
Ia menambahkan, langkah pengawasan ini penting untuk memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat benar-benar sehat dan layak konsumsi, sekaligus mencegah potensi penyebaran penyakit. Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap distribusi dan pengawasan dapat berjalan optimal sehingga kebutuhan masyarakat saat Iduladha tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek kesehatan hewan.
“Yang jelas kita ingin semua aman, karena dikonsumsi masyarakat luas jadi kami harus hati-hati. Itu yang kita jaga. Selain itu upaya ini juga untuk menstabilkan harga. Karena kalau komoditinya kurang kebutuhannya meningkat, biasanya harganya akan naik, makanya didatangkan supaya harganya stabil,” terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT