TARAKAN - Sebagai upaya mencari pendapatan dalam mengoptimalkan operasional, Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tarakan menerapkan terobosan untuk membuka asrama haji sebagai fasilitas penginapan umum. Pemanfaatan aset pemerintah yang selama ini cenderung hanya aktif pada momen tertentu mulai diarahkan lebih produktif.
Saat dikonfirmasi, Kasubag Tata Usaha (TU) Kantor Kemenhaj Asmad mengatakan, kebijakan ini bukan sekadar membuka akses, tetapi bagian dari strategi agar fasilitas yang sudah tersedia tidak terbengkalai di luar musim haji. Menurutnya, selama ini asrama hanya ramai saat menjelang pemberangkatan jemaah, sementara di waktu lainnya relatif kosong.
“Insya Allah ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset. Daripada kosong dan tidak termanfaatkan, tentu lebih baik kita buka untuk umum. Selama ini juga sebenarnya sudah ada beberapa kegiatan yang masuk, hanya saja belum dimaksimalkan. Sekarang kita dorong supaya pemanfaatannya lebih luas, lebih terstruktur, dan benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya, Rabu (15/4).
Diketahui, asrama yang kini dikenal dengan nama Grand El Hajj tersebut menawarkan berbagai pilihan kamar dengan tarif yang relatif terjangkau dibandingkan penginapan pada umumnya. Untuk kamar standar, baik tipe double bed maupun twin bed, tarif dipatok mulai Rp 200 ribu per malam. Sementara untuk kamar dengan kapasitas lebih besar yang dapat menampung hingga empat orang, harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp 350 ribu. Dibeberkannya, penetapan tarif tersebut juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat, sehingga fasilitas ini tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas.
"Keberadaan asrama bisa menjadi alternatif penginapan yang kompetitif, terutama bagi rombongan atau tamu dari luar daerah. Kalau dilihat dari sisi harga, ini cukup bersaing. Apalagi kita punya kapasitas kamar yang bisa menampung lebih banyak orang. Jadi untuk rombongan, kegiatan instansi, atau tamu dari luar daerah, ini sebenarnya sangat cocok. Kita ingin fasilitas ini bukan hanya jadi pelengkap, tapi benar-benar jadi pilihan,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT