TARAKAN — Suasana Pasar Gusher, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat mendadak mencekam setelah seorang pemuda berinisial IL(18) ditemukan tewas bersimbah darah di lantai dua sebuah ruko, Senin (13/4) malam.
Korban yang sehari-hari membantu orang tuanya berjualan ayam potong itu, ditemukan pertama kali oleh sepupunya sendiri dalam kondisi mengenaskan. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian. Umar, salah satu pedagang di sekitar lokasi, mengatakan situasi saat itu berlangsung normal.
“Saya sedang salat Isya, jadi tidak tahu kejadian. Pas kembali juga belum ramai, tidak ada orang-orang,” ujarnya.
Ia menegaskan, tidak ada keributan ataupun teriakan yang mengarah pada peristiwa tragis tersebut. “Tidak ada suara apa-apa, tahu-tahu sudah ada kejadian,” katanya.
Menurut Umar, korban dikenal sebagai anak yang kerap membantu orang tuanya dan cukup sering berada di ruko tersebut, bahkan sesekali bermalam di sana. “Orangnya biasa saja, sering lihat bantu orang tuanya jualan,” tambahnya.
Lurah Karang Rejo, Sugeng Utomo membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut informasi awal diterimanya saat aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Perkiraan kejadian sekitar pukul 19.00 WITA, tapi laporan yang kami terima pukul 20.09 WITA saat proses olah TKP berlangsung,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat kejadian, pihak keluarga berada di bagian belakang ruko. “Korban ditemukan di lantai dua, sementara keluarga berada di belakang, di area kandang,” ujarnya.
Sementara itu, Barokah warga setempat menyampaikan, korban selama ini dikenal tidak memiliki masalah sosial. Namun, korban disebut sedang menjalani pengobatan rutin.
“Informasinya memang sedang konsumsi obat dari keluarga, masih dalam pengobatan,” katanya.
Meski sejumlah informasi awal telah terungkap, belum ada kesimpulan terkait penyebab kematian korban. Aparat masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk dugaan bunuh diri maupun unsur lain. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT