TARAKAN - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Tarakan tak hanya menjadi ajang pengukuran kemampuan siswa, tetapi juga membuka catatan penting terkait kesiapan sistem, mulai dari durasi ujian hingga kapasitas sarana pendukung yang masih terbatas. Di tengah tuntutan peningkatan kualitas pendidikan, evaluasi menyeluruh dinilai menjadi kunci agar hasil TKA benar-benar mencerminkan kemampuan riil peserta didik.
Saat dikonfirmasi, Wali Kota Tarakan dr Khairul mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMP Negeri 7 Tarakan, di mana secara umum siswa mampu mengerjakan soal dengan baik. Meski demikian, ia menyoroti terkait durasi waktu yang dinilai singkat bagi siswa untuk mengerjakan tantangan secara maksimal.
“Secara kemampuan, siswa sebenarnya mampu. Hanya saja, waktu pengerjaan yang terbatas menjadi tantangan. Mereka butuh waktu lebih untuk membaca, memahami dan menganalisis soal. Saya kira pentingnya evaluasi durasi ujian agar lebih proporsional dengan tingkat kesulitan soal, serta mendorong sekolah rutin menggelar try out," ujarnya, Senin (14/4).
“Karena sekarang pola soalnya sudah berbasis literasi dan numerasi, jadi bukan sekadar hitungan atau hafalan. Anak-anak dituntut untuk memahami konteks, membaca dengan cermat, lalu menarik kesimpulan. Nah, proses itu tentu butuh waktu. Kalau waktunya terlalu sempit, kadang bukan karena mereka tidak bisa, tapi karena belum sempat menyelesaikan dengan optimal,” sambungnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti sarana yang dinilai sudah cukup baik seperti fasilitas komputer yang didukung dengan jaringan internet yang stabil. Sehingga pihaknya akan terus mendukung fasilitas sarana prasarana secara berkala.
“Ini tentu menjadi hal positif, karena untuk ujian berbasis komputer seperti ini, faktor teknis sangat menentukan. Saya kira kalau jaringan terganggu atau perangkat tidak siap, itu bisa langsung berdampak pada konsentrasi dan performa siswa saat mengerjakan soal. Jadi kita apresiasi kesiapan sekolah dalam hal ini,” terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT