TARAKAN — Dunia Pendidikan di Indonesia kini telah menerapkan kebijakan baru yang mulai diuji tahun 2026. Untuk pertama kalinya, Tes Kemampuan Akademik (TKA) digelar secara nasional dan langsung diarahkan sebagai salah satu penentu jalur prestasi dalam penerimaan siswa baru, menandai pergeseran pola seleksi yang kini semakin berbasis capaian akademik terukur.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Tamrin Toha menegaskan, pelaksanaan TKA tahun ini merupakan program perdana dari Kementerian Pendidikan Dasar yang diterapkan secara serentak di seluruh Indonesia.
Ia menyebut, tes ini tidak hanya sekadar evaluasi, tetapi juga menjadi instrumen pemetaan kualitas pendidikan di tiap satuan sekolah. “Ini baru pertama kali dilaksanakan secara nasional. Tujuannya tentu untuk memetakan kualitas di setiap satuan pendidikan, baik itu di tingkat SMP maupun SD. Untuk SMP diikuti oleh siswa kelas 9, sementara SD nanti oleh kelas 6 yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Dikatakannya, untuk di Tarakan pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP telah dimulai sejak 6 April dan dijadwalkan berlangsung hingga 16 April 2026. Tamrin menjelaskan, pelaksanaan dilakukan secara bertahap di masing-masing sekolah karena keterbatasan sarana, terutama perangkat komputer.
“Karena ini berbasis komputer, maka pelaksanaannya bergelombang. Misalnya satu sekolah hanya memiliki 20 komputer, maka satu sesi hanya 20 siswa, kemudian dilanjutkan sesi berikutnya. Itu sebabnya waktunya cukup panjang sampai tanggal 16, meskipun ada sekolah yang bisa selesai lebih cepat,” jelasnya.
Ia menyebutkan, total peserta TKA tingkat SMP di Tarakan mencapai 3.271 siswa yang tersebar di 26 sekolah, baik negeri maupun swasta. Seluruh sekolah diwajibkan mengikuti program ini tanpa pengecualian, sebagai bagian dari kebijakan nasional yang berlaku merata. Sementara itu, untuk jenjang SD, pelaksanaan TKA dijadwalkan mulai 20 April 2026, dengan jumlah peserta yang lebih besar.
“Untuk SD itu ada sekitar 4.195 siswa dari 66 sekolah. Mekanismenya sama, berbasis komputer dan dilakukan bertahap sesuai kesiapan sarana di masing-masing sekolah,” katanya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT