Nyaris Tertimbun saat Cuci Piring, Dapur Rumah Warga di Tarakan Hancur Diterjang Longsor

Eliazar Simon • Dipublikasikan Kamis, 9 April 2026 | 19:44 WIB
LONGSOR : Rumah warga di Jalan Sebengkok Tiram, Gang Nuri RT 05 Nomor 104, Kelurahan Lingkas Ujung tertimbun tanah longsor. ISTIMEWA
LONGSOR : Rumah warga di Jalan Sebengkok Tiram, Gang Nuri RT 05 Nomor 104, Kelurahan Lingkas Ujung tertimbun tanah longsor. ISTIMEWA

TARAKAN – Bencana tanah longsor kembali mengancam kawasan permukiman padat di Kota Tarakan. Sebuah rumah warga di Jalan Sebengkok Tiram, Gang Nuri RT 05 Nomor 104, Kelurahan Lingkas Ujung, mengalami kerusakan parah setelah material tanah dari lereng bukit runtuh, Kamis (9/4).

Rumah milik Salmah (65) menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di dapur dan nyaris tertimbun longsoran yang menghancurkan bagian belakang rumahnya.

Salmah menceritakan, sebelum kejadian ia tengah mencuci piring seperti biasa. Tiba-tiba terdengar suara keras dari arah belakang rumah. Namun, ia tidak menaruh kecurigaan karena mengira suara tersebut berasal dari monyet yang kerap melintas di sekitar rumah warga.

“Waktu itu saya lagi cuci piring di dapur. Tiba-tiba ada bunyi gaduh sekali di atas seng. Saya pikir monyet-monyet yang biasa loncat di tangki air belakang rumah, jadi saya tidak curiga dan tetap lanjut kerja,” ujarnya.

Situasi berubah ketika Ketua RT setempat datang berlari sambil berteriak memperingatkan bahwa bagian belakang rumahnya terkena longsor. Salmah pun langsung bergegas keluar untuk memastikan kondisi.

Betapa terkejutnya ia saat melihat dapur rumahnya sudah tertimbun material tanah dalam jumlah besar. Dinding dapur jebol akibat tekanan tanah dari lereng bukit yang berada tepat di belakang rumah.

“Pak RT teriak panggil saya dari luar, bilang rumah saya kena longsor. Saya langsung keluar dan pas lihat ke belakang, dapur sudah hancur, tanah masuk semua sampai penuh. Saya langsung gemetar karena tadi saya masih di situ,” tuturnya.

Pantauan di lokasi, material longsoran berupa lumpur, batu, dan akar pohon menutup hampir seluruh bagian dapur. Sejumlah peralatan memasak milik korban juga ikut rusak tertimbun tanah.

Salmah mengungkapkan, lokasi rumahnya memang berada tepat di bawah lereng bukit yang rawan longsor. Bahkan, sebelumnya pohon mangga besar pernah tumbang dan menimpa rumah akibat kondisi tanah yang labil.

Ia juga mengingat kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu. Saat itu, dapur rumahnya juga terdampak longsor ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

“Dulu juga pernah kejadian hampir sama. Karena di belakang ini bukit, kalau hujan deras kami selalu takut. Ini sudah kedua kalinya dapur saya kena longsor,” katanya.

Meski tidak mengalami luka, Salmah mengaku kini diliputi rasa was-was untuk kembali beraktivitas di area belakang rumah. Ia berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan terhadap lereng bukit di kawasan tersebut guna mencegah longsor susulan. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
BENCANA LONGSOR tarakan bencana alam longsor