Upaya Efisiensi Anggaran, Ini Langkah yang Dilakukan Wali Kota Tarakan

Zakaria RT • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 20:03 WIB
Wali Kota Tarakan dr Khairul. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN
Wali Kota Tarakan dr Khairul. AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN

TARAKAN - Upaya efisiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mulai menyentuh hal-hal yang selama ini dianggap rutin, bahkan “tak terlihat boros”. Dari pembatasan penggunaan BBM kendaraan dinas hingga mengubah pola pelaksanaan rapat, di mana hal itu dilakukan Wali Kota Tarakan Khairul untuk mendorong perubahan cara kerja birokrasi agar lebih hemat dan tepat sasaran.

Orang nomor satu di Tarakan ini mengungkapkan, kendaraan dinas yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat diminta untuk memenuhi kebutuhan bahan bakarnya secara mandiri. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pengendalian belanja operasional yang dinilai masih bisa ditekan.

Tak hanya itu, pola pelaksanaan rapat juga ikut dirombak. Jika sebelumnya banyak kegiatan digelar di kantor atau hotel dengan anggaran konsumsi, kini sebagian rapat justru dipindahkan ke rumah jabatan wali kota.

“Kalau sebagian rapat sudah lebih sering dilaksanakan di rumah jabatan saya dibandingkan di kantor atau hotel. Saya kira ini jauh lebih hemat karena tidak membutuhkan anggaran konsumsi yang besar seperti halnya rapat formal di kantor. Kalau di kantor biasanya ada konsumsi. Di rumah cukup air minum saja, itu lebih hemat,” ujarnya Rabu (8/4).

Menurutnya, langkah sederhana seperti ini berdampak langsung pada penghematan anggaran daerah. Ia menilai, kebiasaan lama dalam birokrasi yang cenderung mengandalkan fasilitas konsumsi dalam setiap rapat perlu mulai dikurangi.

Ia menekankan, efisiensi bukan sekadar pemotongan anggaran, tetapi bagaimana memastikan setiap rupiah belanja daerah benar-benar dialokasikan untuk program yang menyentuh masyarakat. “Langkah-langkah efisiensi ini penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah tetap efisien dan difokuskan pada program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, Khairul juga menyoroti kebijakan Work From Home (WFH) yang kembali didorong pemerintah pusat. Menurutnya, penerapan WFH belum tentu efektif jika diterapkan di Tarakan. Ia bahkan menilai, bekerja dari rumah justru berpotensi meningkatkan penggunaan BBM secara pribadi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).

“WFH belum tentu efektif jika diterapkan di Kota Tarakan. Kebijakan bekerja dari rumah saya kira justru berpotensi mendorong penggunaan BBM secara pribadi oleh ASN. Misalnya dia WFH, tapi mungkin dia keluar nongkrong atau ke mal, itu kan dia pakai BBM juga. Bagus dia ke kantor masuk daripada keluyuran,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
anggaran wali kota tarakan wfh efesiensi anggaran