TARAKAN – Kondisi alam perairan di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR selama pelaksanaan Siaga Khusus Lebaran. Salah satu titik rawan berada di perairan Pulau Bunyu dan Kabupaten Tana Tidung yang dikenal memiliki pertemuan arus berbahaya.
Kepala Kantor SAR Tarakan Syahril mengungkapkan, fenomena pertemuan arus air tawar dan air asin di wilayah tersebut kerap menimbulkan pusaran yang sulit diprediksi.
“Di Bunyu itu ada pertemuan arus yang cukup berbahaya. Ini menjadi kendala dalam proses pencarian,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan alam, tim SAR tetap berhasil menuntaskan dua operasi pencarian selama masa siaga Lebaran. Seluruh korban berhasil ditemukan, meskipun satu korban ditemukan setelah masa operasi resmi berakhir.
“Walaupun ditemukan setelah tujuh hari, tetap kita tangani hingga korban diserahkan ke pihak keluarga,” ujarnya.
Dalam operasi tersebut, berbagai unsur terlibat, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah hingga masyarakat. Sejumlah peralatan canggih juga dikerahkan, seperti Rigid Buoyancy Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), hingga alat deteksi bawah air Aquaeye.
Selain di laut, pengawasan di wilayah darat juga dilakukan secara intensif. Pemantauan difokuskan di sejumlah titik strategis seperti Pantai Amal, Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Feri Juwata hingga Bandara Internasional Juwata Tarakan.
“Untuk di darat, tidak ada kejadian menonjol. Semua berjalan aman dan terkendali,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT