Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pasca Lebaran, Tiket Pesawat ke Tarakan Masih Ludes hingga 12 April

Eliazar Simon • Senin, 6 April 2026 | 19:45 WIB
LUDES : tingkat keterisian pesawat menuju Kota Tarakan masih terpantau sangat tinggi usai lebaran dan membuat penjulan tiket masih ludes. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 
LUDES : tingkat keterisian pesawat menuju Kota Tarakan masih terpantau sangat tinggi usai lebaran dan membuat penjulan tiket masih ludes. ELIAZAR/RADAR TARAKAN 

TARAKAN – Meski puncak arus balik Idulfitri 1447 Hijriah telah berlalu, tingkat keterisian pesawat menuju Kota Tarakan masih terpantau sangat tinggi. Akibatnya, ketersediaan tiket dari sejumlah kota besar menuju Tarakan masih habis terjual hingga beberapa hari ke depan.

Plt Airport Manager Lion Group Station Tarakan, Faikar Musanti mengungkapkan, lonjakan penumpang yang kembali ke Tarakan belum sepenuhnya mereda. Tingginya load factor atau tingkat keterisian kursi pesawat masih terjadi, terutama pada rute masuk ke Tarakan.

“Untuk masuk ke Tarakan memang lagi penuh. Sampai tanggal 10 April itu masih padat, bahkan tanggal 11 dan 12 April dari Makassar dan Surabaya ke Tarakan juga sudah habis,” ujarnya, Senin (6/4).

Kondisi ini membuat calon penumpang kesulitan mendapatkan tiket, khususnya untuk penerbangan langsung. Keterbatasan kursi juga berdampak pada munculnya pilihan rute alternatif dengan waktu tempuh lebih panjang karena harus transit di beberapa kota.

Pantauan pada platform penjulan tiket secara online, menunjukkan harga tiket melonjak signifikan. Hal ini terjadi karena sistem hanya menampilkan opsi penerbangan tersisa, yang umumnya berupa kombinasi rute transit dengan durasi perjalanan lebih lama.

Faikar membenarkan adanya temuan harga tiket yang menembus hingga Rp 11 juta. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan tarif normal maskapai.

“Tadi saya cek memang ada yang sampai Rp 11 juta, tapi itu kemungkinan untuk kelas bisnis dan rute transit panjang. Kalau rute langsung Jakarta–Tarakan untuk bisnis normalnya di kisaran Rp 8,8 juta,” jelasnya.

Ia menambahkan, lonjakan harga tersebut terjadi secara otomatis dalam sistem ketika kursi pada penerbangan langsung, khususnya kelas ekonomi, telah habis terjual.

Akibatnya, sistem hanya menawarkan opsi perjalanan dengan rute memutar yang melibatkan beberapa kali transit.
Meski demikian, Faikar memastikan operasional penerbangan di Tarakan tetap berjalan normal. Saat ini, Lion Group masih mengoperasikan sekitar 10 pergerakan pesawat setiap hari, terdiri dari lima kedatangan dan lima keberangkatan.

Rute yang dilayani meliputi Balikpapan, Surabaya, dan Jakarta dengan armada yang bervariasi, mulai dari pesawat berkapasitas 180 kursi milik Super Air Jet, 189 kursi milik Lion Air, hingga armada Batik Air yang menyediakan 156 kursi, terdiri dari 12 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi.

Ia juga menyebutkan bahwa saat ini tidak ada lagi penerbangan tambahan (extra flight). Sebelumnya, maskapai sempat menambah frekuensi penerbangan rute Balikpapan–Tarakan hingga 31 Maret untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik.

“Sekarang sudah kembali ke jadwal normal, tidak ada extra flight lagi,” katanya.

Pihak maskapai memperkirakan kepadatan penumpang masih akan berlangsung hingga pertengahan April. Arus pergerakan diprediksi mulai melandai dan kembali normal sekitar 14 April 2026. “Kemungkinan mulai normal di tanggal 14 April,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #lebaran #tiket pesawat