TARAKAN – Penguatan pengawasan selama Operasi Patuh Karantina 13–27 Maret 2026 berdampak pada menurunnya volume lalu lintas komoditas di Kalimantan Utara (Kaltara). Meski aktivitas distribusi tetap berjalan, jumlah komoditas yang keluar maupun masuk tercatat lebih rendah dibandingkan periode normal.
Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara (BKHIT Kaltara), drh Fayshal Hakim mengatakan, penurunan ini terjadi seiring meningkatnya pengawasan di berbagai titik.
“Selama operasi berlangsung, volume komoditas cenderung menurun dibandingkan kondisi normal,” ujarnya, Kamis (2/4/).
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara intensif di pintu pemasukan dan pengeluaran, termasuk di titik-titik rawan pelanggaran. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk memastikan setiap komoditas yang melintas memenuhi persyaratan karantina.
Di tengah pengetatan tersebut, komoditas unggulan seperti kepiting bakau, udang windu, ikan bandeng, dan sarang burung walet tetap mendominasi pengiriman keluar daerah. Sementara arus masuk didominasi bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, produk hewani, hingga makanan olahan.
Namun, meningkatnya mobilitas masyarakat selama Idulfitri 1447 Hijriah menjadi tantangan tersendiri. Tingginya arus orang dan barang, terutama melalui jalur laut dan udara, menuntut petugas bekerja lebih cepat dan akurat.
“Kondisi ini menuntut petugas tetap cepat namun tidak mengurangi ketelitian dalam pemeriksaan,” jelasnya.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah petugas serta durasi kerja yang panjang juga menjadi perhatian. Hal ini berpotensi memengaruhi stamina dan konsentrasi petugas di lapangan. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat yang masih beragam turut memengaruhi efektivitas pengawasan.
Melalui operasi ini, pihak karantina juga melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk dalam hal standarisasi prosedur, digitalisasi sistem, serta integrasi data antarinstansi.
Ke depan, pengawasan akan terus diperkuat dengan pendekatan berkelanjutan guna menekan potensi pelanggaran serta menjaga keamanan lalu lintas komoditas di wilayah perbatasan seperti Kaltara. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT