Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kaltara Ekspor Hasil Alam, Tapi Masih Bergantung Pasokan Pangan dari Luar

Eliazar Simon • Kamis, 2 April 2026 | 18:44 WIB
PASOKAN : Beberapa pasokan komiditi Kaltara masih bergantung bahan pangan dari luar daerah. KARANTINA KALTARA 
PASOKAN : Beberapa pasokan komiditi Kaltara masih bergantung bahan pangan dari luar daerah. KARANTINA KALTARA 

TARAKAN – Di tengah dominasi pengiriman komoditas unggulan seperti kepiting bakau dan sarang burung walet ke luar daerah, Kalimantan Utara (Kaltara) justru masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar.

Fakta ini terungkap dalam pelaksanaan Operasi Patuh Karantina pada 13–27 Maret 2026, di mana arus komoditas masuk didominasi kebutuhan pokok dan bahan pangan.

Ketua Tim Kerja Penegakan Hukum Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Utara (BKHIT Kaltara), drh Fayshal Hakim menyebutkan, komoditas masuk meliputi beras, sayuran segar, cabai, bawang merah, hingga produk hewani seperti daging ayam, sapi, telur, dan ikan.

“Beras menjadi salah satu komoditas strategis yang masuk, disusul produk hortikultura dan produk hewan dalam volume tinggi,” ujarnya, Kamis (2/4).

Tak hanya itu, bahan pangan olahan seperti makanan beku dan produk kemasan, serta pakan ternak juga mendominasi arus masuk ke wilayah Kaltara. Kondisi ini memperlihatkan bahwa meskipun Kaltara kaya akan sumber daya alam, terutama dari sektor perikanan, ketahanan pangan daerah masih sangat bergantung pada distribusi dari luar wilayah.

Di sisi lain, komoditas keluar justru didominasi hasil alam bernilai ekonomi tinggi seperti kepiting bakau, udang windu, ikan bandeng, dan sarang burung walet. “Ini menunjukkan sektor perikanan masih menjadi andalan utama pengiriman keluar daerah,” jelasnya.

Namun, selama periode operasi, volume lalu lintas komoditas secara keseluruhan justru mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal. Hal ini tidak lepas dari penguatan pengawasan di berbagai pintu masuk dan keluar.

Fayshal menegaskan, kondisi ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dan instansi terkait untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus meningkatkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

Ke depan, penguatan sistem pengawasan karantina juga akan terus dilakukan, termasuk melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas petugas, serta edukasi kepada masyarakat. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#hasil alam #kaltara #ekspor #karantina