TARAKAN – Pertamina memastikan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Tarakan berjalan optimal dan tanpa hambatan. Berbagai langkah penguatan dilakukan, mulai dari penambahan armada hingga pemantauan stok secara intensif, guna menjamin pasokan tetap terjaga.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah menjelaskan, distribusi BBM dilakukan secara berkelanjutan tanpa jeda, sehingga tidak ada ruang terjadinya kekosongan stok di SPBU.
“Selama ini tidak pernah ada mobil tangki yang tidak mengirim. Selama SPBU beroperasi, suplai tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menegaskan, sistem distribusi yang diterapkan memastikan adanya keseimbangan antara BBM yang keluar dan yang masuk. "Artinya setiap ada BBM keluar, pasti ada yang masuk. Jadi alurnya terus berputar dan terjaga,” jelasnya.
Untuk memastikan distribusi tepat sasaran, koordinasi intensif dilakukan antara tim retail dan Supply and Demand (SND). Data kebutuhan di lapangan terus disinkronkan dengan ketersediaan pasokan di fuel terminal.
“Kami punya data, SND juga punya data. Itu kami samakan untuk melihat estimasi demand di lapangan,” katanya.
Dalam praktiknya, Pertamina juga menerapkan sistem prioritas distribusi. SPBU dengan kondisi stok yang mulai kritis akan didahulukan dalam pengiriman.
“Kami prioritaskan SPBU yang stoknya mulai menipis, dengan mempertimbangkan jarak, kebutuhan, dan ketersediaan armada,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi geografis Tarakan yang relatif dekat antara supply point dan SPBU menjadi keuntungan tersendiri dalam menjaga kecepatan distribusi.
“Karena jaraknya tidak terlalu jauh, pengiriman bisa lebih cepat dan responsif,” tambahnya.
Selain itu, penguatan juga dilakukan pada sisi armada dan sumber daya manusia. Pertamina telah menambah jumlah Awak Mobil Tangki (AMT) serta unit mobil tangki (MT) untuk meningkatkan kapasitas distribusi.
“Penambahan armada dan personel sudah dilakukan, sehingga tidak ada kendala dalam penyaluran,” ungkapnya.
Distribusi juga bersifat fleksibel mengikuti kondisi permintaan di lapangan. Jika terjadi peningkatan kebutuhan, operasional dapat disesuaikan, termasuk durasi pelayanan.
“Bisa saja operasional lebih lama jika permintaan meningkat. Semua menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Di sisi suplai, pasokan BBM dari kapal juga telah dijadwalkan secara berkala. Bahkan, sebelum stok yang ada habis, suplai baru sudah dipastikan akan masuk. “Dalam waktu dekat ada kapal masuk. Jadi sebelum stok habis, sudah ada pasokan tambahan,” katanya.
Dengan sistem distribusi yang terintegrasi tersebut, Pertamina memastikan pasokan BBM di Tarakan tetap aman dan terkendali. “Distribusi aman, stok aman, tidak ada kendala. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT