TARAKAN – Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 di Kota Tarakan resmi ditutup oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, Selasa (31/3). Penutupan ini menandai berakhirnya pengawasan intensif selama masa arus mudik dan balik.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik memastikan seluruh rangkaian angkutan laut Lebaran tahun ini berjalan aman, tertib, dan lancar. Tidak ada insiden menonjol yang mengganggu aktivitas transportasi di pelabuhan utama.
“Secara umum berjalan dengan baik. Ini berkat sinergi seluruh pihak, sehingga arus mudik dan balik dapat dilalui tanpa gangguan berarti,” ujarnya.
Data KSOP menunjukkan, Pelabuhan Malundung mencatat total sekitar 32.450 penumpang selama periode Lebaran. Rinciannya, 16.780 penumpang berangkat dan 15.670 penumpang datang.
Sementara itu, lonjakan penumpang juga terjadi di Pelabuhan Feri Juata yang melayani rute penyeberangan antarpulau. Total penumpang mencapai 41.230 orang, dengan 21.540 penumpang berangkat dan 19.690 penumpang datang.
Puncak arus mudik terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran, sedangkan arus balik memuncak pada H+3 hingga H+5. Meski terjadi peningkatan signifikan, layanan tetap berjalan optimal.
KSOP Tarakan melakukan berbagai langkah antisipasi, mulai dari penambahan personel, penguatan pengawasan, hingga koordinasi dengan operator kapal dan instansi terkait.
“Kami pastikan seluruh layanan tetap terkendali meskipun terjadi lonjakan penumpang,” tegasnya.
Selain pengaturan arus penumpang, pengawasan keselamatan pelayaran juga diperketat, termasuk pemeriksaan kelaiklautan kapal dan pembatasan kapasitas penumpang.
Dengan berakhirnya posko, operasional pelabuhan kembali berjalan normal. KSOP juga akan melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan ke depan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT