TARAKAN – Tingginya mobilitas masyarakat selama Lebaran 2026 terlihat dari lonjakan penumpang angkutan laut di Kota Tarakan, khususnya di Pelabuhan Feri Juata.
Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan, jumlah penumpang di Pelabuhan Feri Juata mencapai sekitar 41.230 orang sepanjang masa posko Lebaran. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Pelabuhan Malundung yang mencatat 32.450 penumpang.
Kepala KSOP Tarakan, Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, tingginya angka tersebut menunjukkan peran penting transportasi laut sebagai penghubung antarpulau di wilayah Kaltara.
“Feri Juata memang menjadi salah satu simpul utama mobilitas masyarakat, terutama untuk perjalanan jarak dekat antarwilayah,” jelasnya.
Lonjakan penumpang terjadi pada periode puncak arus mudik dan balik. Namun demikian, seluruh layanan tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.
Menurut Stanislaus, keberhasilan penyelenggaraan angkutan laut Lebaran tahun ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, Basarnas hingga pemerintah daerah.
Pengawasan selama posko juga difokuskan pada aspek keselamatan pelayaran. KSOP memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut, kapasitas penumpang terkendali, serta terus memantau kondisi cuaca.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami tidak hanya fokus pada kelancaran, tetapi juga keamanan pengguna jasa,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT