TARAKAN – Upaya menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Kalimantan Utara terus dilakukan Perum Bulog Cabang Tarakan. Selain memastikan ketersediaan minyak goreng, Bulog juga menyiapkan stok beras dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah.
Kepala Perum Bulog Cabang Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengatakan, distribusi minyak goreng tidak hanya difokuskan untuk Kota Tarakan dan Nunukan, tetapi juga menjangkau Kabupaten Bulungan. Untuk wilayah Bulungan, penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, Bulog mengirimkan sebanyak 20.000 liter minyak goreng, kemudian akan disusul tambahan 21.000 liter pada pekan berikutnya.
“Selain minyak goreng, Kita juga menyiapkan stok beras guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di wilayah tersebut,” ujarnya, Selasa (31/3).
Saat ini, ketersediaan beras medium di gudang Bulog Tarakan mencapai sekitar 1.400 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan, khususnya untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok.
Sementara itu, untuk beras premium, stok yang tersedia saat ini masih terbatas, yakni sekitar 1 ton. Namun Bulog Tarakan telah melakukan pemesanan tambahan sebanyak 40 ton yang saat ini masih dalam proses pengiriman dari Sulawesi.
“Beras premium tersebut rencananya akan disalurkan melalui berbagai jalur distribusi. Salah satunya melalui skema stabilisasi pasokan dan harga pangan, serta jaringan toko yang telah menjadi mitra kerja Bulog," jelasnya.
Penyaluran juga akan difokuskan di pasar-pasar maupun kios yang telah bekerja sama dengan Bulog agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga yang telah ditetapkan.
Bulog sendiri telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk beras premium yang akan dipasarkan kepada masyarakat. Untuk kemasan 5 kilogram, harga yang ditetapkan adalah Rp 77.000 per kemasan.
"Sementara itu, untuk beras medium dijual dengan kisaran harga sekitar Rp 6.500 per kilogram sesuai ketentuan yang berlaku. Kami menyalurkan melalui mitra kerja Bulog dan mengimbau agar penjualan tidak melebihi HET yang sudah ditetapkan,” tegasnya.
Zamahsyari juga mengungkapkan, menjelang Hari Raya Idulfitri lalu sempat terjadi peningkatan permintaan minyak goreng dari masyarakat. Hal tersebut dipicu oleh tingginya aktivitas konsumsi rumah tangga serta harga minyak goreng Bulog yang relatif lebih murah dibandingkan produk komersial di pasaran. Bahkan sejumlah toko mitra Bulog kerap mengajukan permintaan tambahan pasokan dalam jumlah besar karena tingginya minat masyarakat.
"Tapi kami tetap melakukan pembatasan distribusi agar pasokan dapat disalurkan secara merata ke berbagai wilayah dan tidak hanya terpusat di beberapa toko saja. Sebenarnya kalau satu toko dikasih satu kontainer juga bisa habis sendiri. Karena memang harganya lebih murah dari minyak lain. Tapi kami batasi supaya penyalurannya merata dan semua pasar bisa mendapatkan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT