TARAKAN – Lonjakan penumpang pada arus balik Lebaran di Bandara Juwata Tarakan menjadi momen krusial dalam penyelenggaraan Posko Angkutan Udara 2026. Puncaknya terjadi pada 29 Maret dengan jumlah penumpang mencapai 1.421 orang.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama periode posko berlangsung. Meski demikian, operasional bandara tetap berjalan normal tanpa adanya penumpukan signifikan.
Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum BLU UPBU Kelas I Utama Juwata, Choirul Ichsan menyebut kondisi tersebut sebagai indikator keberhasilan pengelolaan layanan.
“Puncak arus balik menjadi parameter penting. Dengan jumlah penumpang yang tinggi, seluruh fasilitas tetap mampu mengakomodasi kebutuhan tanpa kendala berarti,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesiapan personel, optimalisasi fasilitas, serta koordinasi antarinstansi menjadi faktor utama dalam mengurai lonjakan penumpang. Selama periode posko, total penumpang yang dilayani mencapai 36.770 orang, dengan rincian 20.218 penumpang berangkat dan 16.552 penumpang datang.
Pergerakan pesawat juga relatif stabil dengan total 487 pergerakan, terdiri dari 241 keberangkatan dan 246 kedatangan. Sementara itu, angkutan kargo mencatat volume 165.780 kilogram untuk keberangkatan dan 227.034 kilogram untuk kedatangan.
Choirul menegaskan, pengalaman menghadapi puncak arus balik tahun ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kesiapan ke depan. “Kami sudah memiliki gambaran pola pergerakan penumpang. Ini akan menjadi dasar untuk memperkuat strategi pelayanan di periode mendatang,” katanya.
Penutupan posko menandai berakhirnya masa pelayanan intensif selama Lebaran. Namun demikian, pihak bandara memastikan standar pelayanan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional sehari-hari.
“Semangat pelayanan tetap kami jaga. Harapannya, ke depan Bandara Juwata semakin siap menghadapi lonjakan, terutama pada fase-fase krusial seperti arus balik,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT