Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Buaya Kian Sering Menampakkan Diri di Sekitar Permukiman Tarakan, Warga Diminta Waspada

Zakaria RT • Minggu, 29 Maret 2026 | 17:15 WIB

WASPADA : Animal Rescue PMK Tarakan saat melakukan penangkapan buaya di Waduk Persemaian beberapa waktu lalu.
WASPADA : Animal Rescue PMK Tarakan saat melakukan penangkapan buaya di Waduk Persemaian beberapa waktu lalu.

TARAKAN - Maraknya kemunculan buaya di sejumlah sungai yang melintasi kawasan permukiman di Kota Tarakan kembali menimbulkan kekhawatiran warga. Sehingga kondisi ini membuat Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di sekitar bantaran sungai demi menghindari risiko serangan satwa liar tersebut.

Imbauan itu disampaikan Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Satpol PP Tarakan, Irwan dalam menanggapi isu kemunculan buaya di RT 15 Kelurahan Karang Rejo.

Adapun dalam satu tahun terakhir setidaknya terdapat 4 laporan masyarakat yang melihat kehadiran buaya di sungai yang berdampingan dengan permukiman masyarakat. Diantaranya di Kelurahan Mamburungan, Kelurahan Karang Harapan, Selumit Pantai dan Kelurahan Karang Rejo. Namun demikian ia menegaskan tidak semua dapat ditanggani lngsung PMK.

“Penting meningkatkan kewaspadaan khususnya kepada masyarakat di sekitar bantaran sungai dan kawasan pesisir dalam melakukan aktivitas. Karena saat ini beberapa sungai di Tarakan terdeteksi adanya buaya. Tentunya pemerintah selalu berupaya untuk memberikan keselamatan bagi masyarakat. Tapi hal itu bisa dilakukan dengan tidak melanggar ranah kewenangan,” ujarnya, Minggu (29/3).

"Di Tarakan banyak permukiman warga yang berada di pesisir dan bantaran sungai. Tidak jarang juga masyarakat memanfaatkan sungai atau air laut untuk aktivitas sehari-hari. Makanya edukasi ini perlu disampaikan secara meluas untuk mencegah adanya korban serangan buaya," sambungnya.

Irwan mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan asal kemunculan buaya tersebut. Namun ada kemungkinan buaya berpindah dari habitat aslinya akibat terganggunya ekosistem atau berkurangnya sumber makanan. Menurutnya, sungai yang berada di kawasan permukiman seharusnya bebas dari satwa liar berbahaya seperti buaya. Jika dibiarkan, dikhawatirkan buaya tersebut dapat berkembang biak sehingga jumlahnya semakin banyak.

“Kami belum bisa memastikan dari mana asalnya. Bisa saja buaya itu bermigrasi dari habitatnya karena kesulitan makanan atau habitatnya mengalami kerusakan. Tapi di sisi lain juga kita bisa kita biarkan, ada kemungkinan buaya itu berkembang biak. Karena itu kalau ada satu saja yang terlihat, sebaiknya segera ditangani,” tegasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #pmk #buaya