Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Mudik Meningkat, Kasus Penganiayaan di Tarakan Ikut Naik Selama Operasi Ketupat

Eliazar Simon • Jumat, 27 Maret 2026 | 20:18 WIB

PENGAMANAN: Personel Polres Tarakan yang melakukan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
PENGAMANAN: Personel Polres Tarakan yang melakukan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026.

TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kayan 2026 di Kota Tarakan mencatat dinamika yang cukup kompleks. Di tengah peningkatan arus mudik dan balik, Polres Tarakan justru mencatat kenaikan kasus kriminalitas, khususnya penganiayaan.

Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syahputra Manik mengungkapkan, selama 13 hari pelaksanaan operasi, mobilitas masyarakat mengalami peningkatan signifikan, baik melalui jalur udara maupun laut.

“Terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang melaksanakan mudik maupun arus balik. Ini tentu berdampak pada dinamika di lapangan,” ujarnya, Jumat (27/3).

Namun di balik tingginya mobilitas tersebut, Polres Tarakan mencatat adanya kenaikan gangguan kamtibmas dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk kriminalitas memang ada kenaikan, terutama kasus penganiayaan. Ini menjadi catatan penting dalam evaluasi kami,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran berpotensi memicu gesekan sosial, terutama di ruang publik seperti jalan raya maupun kawasan permukiman.

Meski demikian, seluruh kejadian yang terjadi masih dalam kategori terkendali dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas. “Semua masih bisa kita tangani. Tidak ada kejadian menonjol selama operasi berlangsung,” tegasnya.

Selain kasus penganiayaan, selama operasi juga tercatat dua kejadian kebakaran lahan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di sisi lain, sempat terjadi aksi protes dari Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Malundung. Namun aksi tersebut berhasil diredam melalui mediasi sehingga tidak mengganggu stabilitas keamanan.

Kapolres menegaskan, hasil ini menjadi bahan evaluasi penting, terutama dalam meningkatkan langkah preventif guna menekan potensi konflik sosial ke depan. “Kami akan terus meningkatkan upaya pencegahan, terutama pada potensi konflik yang bisa berujung tindak kekerasan,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#operasi ketupat #operasi kayan #tarakan #arus mudik #kasus penganiayaan