TARAKAN – Kondisi cuaca di wilayah perairan Kalimantan Utara (Kaltara) masih relatif aman untuk aktivitas pelayaran. Namun, (BMKG) Tarakan mengingatkan adanya potensi peningkatan frekuensi hujan dalam beberapa hari ke depan yang perlu diwaspadai oleh masyarakat, khususnya pelaku transportasi laut dan nelayan.
Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna menjelaskan, tinggi gelombang di perairan Kaltara saat ini masih berada di bawah 1,5 meter. Kondisi tersebut dinilai masih aman untuk aktivitas pelayaran, baik bagi kapal penumpang maupun speedboat.
“Kalau dari ketinggian gelombang masih cenderung di bawah 1,5 meter, sehingga masih dikatakan aman untuk bepergian,” ujarnya, Kamis (26/3).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa faktor cuaca lokal tetap menjadi perhatian utama. Hujan yang terjadi di wilayah perairan berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran, terutama jika disertai angin kencang.
“Faktor lokal seperti hujan di perairan Kaltara masih ada. Karena itu, nelayan maupun pengemudi speedboat dan kapal diharapkan lebih memperhatikan kondisi cuaca di sekitar,” tambahnya.
BMKG memprakirakan peningkatan frekuensi hujan mulai terjadi pada akhir pekan ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor lokal serta adanya belokan angin yang memicu pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah secara tidak merata.
“Mulai besok, frekuensi hujan dalam satu hari akan meningkat, termasuk di wilayah perairan Kaltara,” jelasnya.
Peningkatan intensitas hujan ini diperkirakan berlangsung selama sepekan ke depan, terhitung mulai 27 Maret. Kondisi tersebut juga berpotensi berdampak pada dinamika gelombang laut. “Ketika frekuensi hujan tinggi, maka itu juga bisa berdampak pada ketinggian gelombang,” katanya.
BMKG Tarakan mengimbau masyarakat untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi, baik laman maritim maupun media sosial. Hal ini penting sebagai langkah antisipasi sebelum melakukan aktivitas di laut.
Selain itu, pemantauan cuaca terus dilakukan di sejumlah titik strategis perairan Kaltara, meliputi wilayah Nunukan, Sebatik, Tarakan, Bunyu hingga Bulungan, termasuk di kawasan pelabuhan.
“Harapannya, masyarakat bisa selalu update informasi cuaca dari BMKG sebelum beraktivitas di perairan, sehingga keselamatan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT