Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Panas Ekstrem Picu Kebakaran, 6 Hektar Lahan di Tarakan Hangus

Eliazar Simon • Rabu, 25 Maret 2026 | 15:43 WIB

 

KEBAKARAN LAHAN : 6 hektar lahan di kawasan Jalan Providen, Binalatung, Pantai Amal, hangus terbakar pada Selasa (24/3).
KEBAKARAN LAHAN : 6 hektar lahan di kawasan Jalan Providen, Binalatung, Pantai Amal, hangus terbakar pada Selasa (24/3).

TARAKAN – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Tarakan memicu kebakaran lahan terbesar sepanjang awal tahun 2026. Hampir 6 hektar lahan di kawasan Jalan Providen, Binalatung, Pantai Amal, hangus terbakar pada Selasa (24/3).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan Yonsep mengatakan, luasan tersebut masih bersifat sementara dan akan dipastikan melalui asesmen lapangan. “Hari ini kami bersama tim turun langsung untuk memastikan luas dan dampaknya. Data sementara sekitar 6 hektar dan ini yang terbesar sejak awal tahun,” ujarnya, Rabu (25/3).

Ia menjelaskan, kebakaran dipicu kombinasi cuaca panas terik dan angin kencang yang membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Kondisi lahan yang didominasi semak dan rumput kering semakin memperparah situasi. “Vegetasi kering itu sangat mudah terbakar. Ditambah angin kencang, api menyebar sangat cepat,” jelasnya.

Tak hanya di Binalatung, kebakaran juga terjadi secara bersamaan di sejumlah titik lain. Dua titik berada di wilayah Juata Laut, yakni Perumahan PNS dan Bukit Tengkorak, serta satu titik lainnya di Tarakan Timur.

Kondisi tersebut membuat petugas harus membagi fokus penanganan di beberapa lokasi sekaligus. “Awalnya personel fokus di Juata Laut, tapi tiba-tiba muncul titik besar di Binalatung. Ini yang membuat penanganan cukup berat,” ungkap Yonsep.

Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, kondisi cuaca panas diperkirakan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan tanpa hujan. Hal ini meningkatkan potensi kebakaran susulan.

BPBD pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan di tengah cuaca kering. “Kami harap masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Risiko sangat tinggi saat kondisi seperti ini,” tegasnya.

Sebagai langkah mitigasi, masyarakat juga disarankan menyiapkan sumber air mandiri seperti kolam tampungan di area kebun atau lahan. “Kalau ada sumber air, penanganan awal bisa dilakukan sebelum api meluas,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#karhutla #tarakan #bpbd #kebakaran lahan