Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perayaan Idulfitri dan Nyepi di Tarakan Berjalan Kondusif, FKUB Apresiasi Toleransi Masyarakat

Zakaria RT • Senin, 23 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sekretaris Umum FKUB Tarakan, Syamsi Sarman
Sekretaris Umum FKUB Tarakan, Syamsi Sarman

TARAKAN - Pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri yang berlangsung nyaris bersamaan pada 20 Maret lalu sempat menjadi perhatian publik lantaran adanya perbedaan dalam bentuk perayaan yang bersinggungan. Sehingga kondisi ini sempat menuai polemik di salah satu daerah di Indonesia. Kendati demikian, hal tersebut tidak berlaku di daerah Indonesia lainnya khususnya Kalimantan Utara (Kaltara). Perayaan Nyepi dan Idulfitri dapat berjalan beriringan tanpa adanya polemik.

Sekretaris Umum Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan, Syamsi Sarman mengapresiasi peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas. Meski demikian, diungkapkannya perayaan tersebut sebenarnya jatuh di hari berbeda.

"Alhamdulillah Lebaran dan Nyepi berjalan lancar ini semua berkat semua lapisan masyarakat yang saling menjaga kondusivitas. Sebelumnya kami juga sudah mengimbau agar di hari Nyepi masjid di dekat Pura sementara tidak menggunakan suara luar. Karena pura itu terbuka, suara dari masjid pasti sangat terdengar,” ujarnya, Senin (23/3).

Ia menambahkan, umat Hindu menjalankan ibadah Nyepi selama satu hari penuh, mulai pukul 06.00 hingga 18.00, dengan aktivitas yang sangat terbatas. Dalam periode tersebut, mereka menjalani tapa atau semedi, tidak melakukan aktivitas, termasuk tidak makan, minum, maupun berkomunikasi.

“Mereka benar-benar fokus ibadah, tidak boleh aktivitas apa-apa. Bahkan komunikasi juga dibatasi, itu bagian dari ibadah mereka,” katanya.

"Bentuk toleransi dari umat lain juga diwujudkan dengan tidak melakukan kunjungan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu selama Nyepi berlangsung. Meskipun skala umat Hindu di Tarakan kecil, semangat menjaga kerukunan tetap menjadi prioritas bersama," urainya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syahputra Manik melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tarakan Barat, Muhamadong menyampaikan bahwa baik Nyepi maupun Idulfitri berjalan khidmat. Diuraikannya, kelancaran pelaksanaan ibadah tidak hanya ditopang oleh kesiapsiagaan aparat, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menghormati satu sama lain. Ia menilai, suasana kondusif yang tercipta menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi yang telah terbangun di Kota Tarakan.

"Momentum perayaan keagamaan yang hampir bersamaan seperti ini harus dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat harmoni sosial, bukan sebaliknya. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan sikap saling menghargai demi mencegah potensi gesekan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga toleransi dalam beragama, supaya tidak terjadi gesekan atau gangguan di tengah masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah,” tegasnya.

“Selama ini kami melaksanakan pengamanan, alhamdulillah masih berjalan aman terkendali, tidak ada hambatan atau gangguan dari kegiatan-kegiatan masyarakat yang lain di sekitar Pura ini,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#nyepi #tarakan #idulfitri #lebaran #fkub