Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dari Banjarmasin ke Tawau, Jejak Panjang Kurir Sabu 785 Gram Berakhir di Tarakan

Eliazar Simon • Jumat, 20 Maret 2026 | 19:34 WIB

 

JARINGAN INTERNASIONAL : Berdasarkan jejak perjalanan penyelundupan sabu 785 gram didapati merupakan jaringan internasional.
JARINGAN INTERNASIONAL : Berdasarkan jejak perjalanan penyelundupan sabu 785 gram didapati merupakan jaringan internasional.

TARAKAN – Perjalanan tersangka AG dalam kasus penyelundupan sabu seberat 785,71 gram terbilang panjang dan berliku. Polisi mengungkap, rute yang dilalui mengindikasikan pola pergerakan terstruktur yang diduga bagian dari jaringan lintas negara.

Kasat Resnarkoba Polres Tarakan, AKP Tegar Wida Saputra menjelaskan, tersangka memulai perjalanan dari Banjarmasin sebelum akhirnya tiba di Malaysia.

“Dia berangkat dari Banjarmasin ke Kuala Lumpur, kemudian melanjutkan ke Kota Kinabalu dan terakhir ke Tawau,” ujarnya.

Setibanya di Tawau pada 11 Maret, tersangka tidak langsung bergerak. Ia justru menunggu selama beberapa hari hingga akhirnya menerima instruksi lanjutan.

“Dia standby di Tawau sampai tanggal 13 Maret. Baru kemudian diarahkan untuk berangkat ke Tarakan,” jelasnya.

Di Tawau inilah, tersangka mengambil koper yang kemudian diketahui berisi sabu. Namun, koper tersebut tidak diberikan secara langsung oleh seseorang.

“Dia tidak bertemu dengan orang yang memberi barang. Hanya disuruh mengambil koper di dekat hotel tempat dia menginap,” ungkap AKP Tegar.

Setelah mengambil koper, tersangka langsung bertolak menuju Tarakan menggunakan speedboat Kaltara Express pada 13 Maret.

Namun dalam perjalanan, muncul rasa curiga dari dalam diri tersangka. Ia mengaku mulai merasa tidak nyaman, terlebih saat mengetahui seluruh barang penumpang akan diperiksa melalui X-ray setibanya di pelabuhan.

“Karena merasa tidak enak, dia akhirnya memilih melepas koper tersebut di dalam kapal,” katanya.

Keputusan itu justru menjadi awal terbongkarnya kasus ini. Koper tanpa pemilik yang tertinggal kemudian menimbulkan kecurigaan petugas Bea Cukai hingga akhirnya diperiksa dan ditemukan sabu di dalamnya.

Lebih lanjut, polisi mengungkap bahwa tersangka sebenarnya telah menyiapkan perjalanan lanjutan. Ia bahkan sudah membeli tiket pesawat dari Tarakan menuju Balikpapan pada 22 Maret.

“Dia sudah beli tiket ke Balikpapan, tapi tujuan akhirnya belum jelas karena dia masih menunggu instruksi,” jelasnya.

Dari pengakuannya, ini bukan kali pertama tersangka melakukan perjalanan serupa. Ia mengaku sudah beberapa kali melakukan perjalanan dengan pola yang hampir sama, biasanya bersama rekannya.

“Menurut pengakuannya, ini sudah kali ketiga. Sebelumnya selalu bersama temannya, tapi kali ini berangkat sendiri,” tambahnya.

Meski demikian, tersangka mengaku tidak mengetahui isi koper yang dibawanya. Ia hanya menjalankan perintah dan berharap mendapatkan imbalan untuk menutupi utangnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #narkoba #malaysia #sabu #penyelundupan narkoba