TARAKAN - Pelaksanaan ibadah Hari Raya Nyepi di Pura Agung Giri Jagat Natha, Pasir Putih, Kecamatan Tarakan Barat, berlangsung aman dan kondusif, Rabu (18/3) malam.
Aparat kepolisian dari Polsek Tarakan Barat memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar tanpa adanya gangguan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama di tengah masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek)Tarakan Barat, Muhamadong mengatakan, sejak dimulainya ibadah pada malam hari, situasi di sekitar lokasi terpantau dalam kondisi aman dan terkendali. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman bagi umat Hindu yang menjalankan ibadah Nyepi.
“Kegiatan ibadah mulai dari jam 19.00 WITA tadi, sampai saat ini situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali. Kemudian tidak ada hal-hal yang membuat kegiatan ibadah terhambat, lancar ya,” ujarnya.
Menurutnya, kelancaran pelaksanaan ibadah tidak hanya ditopang oleh kesiapsiagaan aparat, tetapi juga kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban serta menghormati satu sama lain. Ia menilai, suasana kondusif yang tercipta menjadi cerminan kuatnya nilai toleransi yang telah terbangun di Kota Tarakan.
"Momentum perayaan keagamaan seperti Nyepi harus dimaknai sebagai ruang untuk memperkuat harmoni sosial, bukan sebaliknya. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan sikap saling menghargai demi mencegah potensi gesekan. Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga toleransi dalam beragama, supaya tidak terjadi gesekan atau gangguan di tengah masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah,” tegasnya.
Adapun dalam pelaksanaan pengamanan, Polsek Tarakan Barat menurunkan personel baik secara terbuka maupun tertutup di sekitar area pura. Pola pengamanan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
“Untuk kegiatan pengamanan ibadah Nyepi pada malam hari ini di Pura Agung Giri Jagat Natha, Pasir Putih, kami dari Polsek Tarakan Barat melaksanakan pengamanan, baik terbuka maupun pengamanan tertutup, guna memberikan rasa aman kepada masyarakat kita yang melaksanakan ibadah Nyepi di Kota Tarakan,” jelasnya.
Ia merinci, total personel yang disiapkan dalam pengamanan tersebut sebanyak 12 orang. Namun, karena sebagian personel juga bertugas di Pos Pengamanan (Pos Pam) di titik lain, maka sekitar delapan personel difokuskan langsung di lokasi pura.
“Personel yang ada 12, namun ada berapa personel yang ada penugasan lain di Pos Pam, jadi selebihnya kami konsentrasikan sekitar 8 orang yang di sini (pura),” tambahnya.
Meski jumlah personel terbatas, pengamanan tetap berjalan optimal berkat pengaturan yang efektif serta koordinasi yang baik antarpetugas. Polisi juga terus melakukan pemantauan situasi secara berkala untuk memastikan tidak ada potensi gangguan selama ibadah berlangsung.
“Selama ini kami melaksanakan pengamanan, alhamdulillah masih berjalan aman terkendali, tidak ada hambatan atau gangguan dari kegiatan-kegiatan masyarakat yang lain di sekitar Pura ini,” pungkasnya. (zac/jnr)