TARAKAN- Selain pelayanan, aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama KSOP Kelas II Tarakan pada arus mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga H-2 Lebaran 2026, tercatat tidak ada laporan navigational warning, insiden darurat, atau gangguan yang dapat menghambat aktivitas pelayaran.
Kondisi cuaca di perairan Tarakan dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 12 knot, sesuai prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan. “Laporan keselamatan dan kondisi darurat nihil. Begitu pula laporan SAR atau informasi penting lainnya, semuanya normal,” ungkap Kepala KSOP Kelas II Tarakan, Stanislaus W. Wetik.
Petugas KSOP terus melakukan pengawasan terhadap kapal yang sandar, memastikan dokumen kapal lengkap, memeriksa kesiapan alat keselamatan, dan menyiagakan petugas 24 jam selama arus mudik.
“Meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang, pengawasan tetap maksimal. Kami pastikan seluruh kegiatan debarkasi dan embarkasi aman, tertib, dan kondusif,” jelasnya.
KSOP juga siap menghadapi kemungkinan gangguan mendadak dari cuaca atau faktor teknis kapal. Hal ini untuk memastikan tidak ada hambatan yang berarti bagi arus mudik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
“Pengawasan dan kesiapan kami adalah upaya untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi laut, khususnya selama musim mudik,” tegas Stanislaus.
Selain jumlah penumpang, KSOP Kelas II Tarakan juga memantau keseluruhan aktivitas pelabuhan, termasuk prosedur check-in, pemeriksaan barang bawaan, dan pengaturan antrean penumpang agar tetap teratur. Petugas secara rutin berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan pihak keamanan pelabuhan untuk memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.
“Setiap hari kami memantau arus penumpang, dan jika ada lonjakan, kami segera menyesuaikan personel dan fasilitas agar pelayanan tetap optimal,” pungkas Stanislaus. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT