Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pengumpulan Zakat Masih Jauh dari Target, Ini Penjelasan Baznas Tarakan

Zakaria RT • Kamis, 19 Maret 2026 | 06:56 WIB

Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman
Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman

TARAKAN - Pengumpulan zakat di Kota Tarakan masih jauh dari target menjelang Lebaran, namun Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan memastikan penyaluran kepada mustahik tetap berjalan secara bertahap tanpa harus menunggu malam takbiran, guna menghindari keterlambatan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Saat dikonfirmasi, Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengungkapkan, hingga saat ini dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 350 juta dari zakat, infak, sedekah, serta program sosial lainnya. “Sudah terkumpul sekitar 350 juta sampai siang ini, dari zakat, infak, sedekah, dan program,” ujarnya, Rabu (18/3).

Ia menjelaskan, salah satu program yang dijalankan adalah bantuan belanja bagi anak yatim melalui kerja sama dengan pusat perbelanjaan, di mana setiap anak mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 ribu.

 Diungkapkannya, program tersebut berjalan secara berkelanjutan. Setiap dana yang masuk langsung disalurkan tanpa menunggu terkumpul dalam jumlah besar. Baznas juga memastikan penerima manfaat tidak tumpang tindih karena telah didata sebelumnya.

“Misalnya besok masuk 5 juta, berarti dapat 10 anak. Kami cari lagi 10 anak yatimnya. Nggak akan tumpang tindih karena ada datanya. Tapi, capaian tersebut masih jauh dari target pengumpulan zakat tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp 13,5 miliar. Lonjakan signifikan biasanya terjadi pada malam Lebaran saat masjid-masjid menyetorkan hasil pengumpulan zakat," sambungnya.

Ia menambahkan, bagi masjid yang belum sempat menyetorkan dana secara langsung, cukup melaporkan jumlah yang terkumpul. Hal ini untuk memastikan data tetap terhimpun, sementara penyaluran bisa tetap berjalan. Dalam penyaluran zakat, Baznas menerapkan sistem bertahap atau berkelanjutan. Artinya, dana yang sudah terkumpul langsung dibagikan kepada mustahik tanpa harus menunggu seluruh dana terkumpul.

“Jangan sampai nunggu malam Lebaran semua, kasihan mustahik nunggu-nunggu. Berapa yang terkumpul, itu bagi dulu. Kalau terdapat kekurangan dana di suatu wilayah, Baznas akan menutupinya melalui mekanisme subsidi silang dari masjid lain yang memiliki kelebihan dana. Sistem ini telah berjalan selama beberapa tahun terakhir," jelasnya.

“Ada masjid yang lebih, itu kami kirim ke Baznas untuk menutup yang kurang. Begitulah sistem subsidi yang kami lakukan. Kalau besaran bantuan zakat yang diberikan kepada mustahik rata-rata sebesar Rp 250 ribu per orang. Namun, dalam kondisi tertentu, nominal tersebut dapat disesuaikan jika terjadi kekurangan dana, termasuk dengan kombinasi bantuan beras," urainya.

Ia memastikan transparansi dalam penyaluran dengan menggunakan amplop resmi berlogo Baznas yang mencantumkan nominal bantuan. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi kesalahpahaman di masyarakat.

“Kalau 150 ya ditulis 150, kalau 250 ditulis 250. Ini untuk menghindari masalah di lapangan. Tahun ini, jumlah mustahik di Tarakan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 8.000 orang, naik dari tahun sebelumnya sebanyak 7.800 orang yang tersebar di empat kecamatan dan 20 kelurahan. Kami memprioritaskan tiga kategori utama penerima zakat, yakni fakir, miskin, dan mualaf. Fakir itu yang tidak mampu sama sekali, kalau miskin masih punya penghasilan tapi tidak mencukupi,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #zakat #baznas