TARAKAN — Disiplin penggunaan fasilitas negara kembali ditegaskan menjelang libur Lebaran, terutama untuk mencegah penyalahgunaan kendaraan dinas oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kerap terjadi saat momentum cuti bersama.
Terkait hal tersebut, Wali Kota Tarakan, dr Khairul meminta seluruh kendaraan dinas yang tidak digunakan untuk kepentingan kedinasan agar dikembalikan ke kantor. “Tapi, penggunaan kendaraan dinas masih diperbolehkan dalam batas tertentu, khususnya untuk kegiatan yang memiliki keterkaitan dengan tugas kedinasan, seperti silaturahmi dalam momentum Lebaran. Namun, ia mengingatkan agar kendaraan tersebut tidak digunakan untuk aktivitas hiburan atau rekreasi," ujarnya, Rabu (17/3).
“Itu juga bagian dari menjaga hubungan kerja, itu masih ada kaitannya dengan tugas. Misalnya saya saat kunjungan lebaran itu kan pakai mobil dinas dan patwal, itu bagian dari pelayanan ke masyarakat meski hari raya” sambungnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tarakan telah menerapkan kebijakan penghapusan anggaran bahan bakar minyak (BBM) bagi kendaraan dinas yang dibawa pulang oleh pejabat. Dengan kebijakan ini, seluruh biaya operasional kendaraan menjadi tanggung jawab masing-masing penggun
“Mobil yang dibawa pulang itu tidak kita kasih lagi biaya operasional. Jadi kalau dia pakai banyak-banyak, ya dia sendiri yang beli bensin. Karena kita sudah tidak anggarkan,” katanya.
Diungkapkannya, kendaraan yang masih mendapatkan pembiayaan operasional dari pemerintah hanya terbatas pada kendaraan layanan publik dan operasional kantor, seperti ambulans, mobil pemadam kebakaran, serta kendaraan dinas yang digunakan untuk kegiatan resmi dan tidak dibawa pulang.
Adapun dalam pelaksanaan open house Lebaran di Tarakan tetap berlangsung secara sederhana tanpa kemewahan berlebihan. Ia menegaskan sejak awal tidak pernah mendorong perayaan yang bersifat berlebihan di lingkungan pemerintah daera
“Kita dari dulu tidak terlalu mewah-mewah juga, sangat sederhana saja. Terkait momentum Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri tahun ini, kami memastikan kondisi di Tarakan tetap aman dan kondusif. Menurutnya, toleransi antarumat beragama di Kota Tarakan selama ini terjaga dengan baik. Kalau di kita sih selama ini berjalan saja, tidak ada masalah. Semuanya aman sampai sekarang,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT