Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Barang Bawaan dari Tawau Diawasi Ketat, Bea Cukai Siapkan Anjing Pelacak

Eliazar Simon • Selasa, 17 Maret 2026 | 15:25 WIB

 

PENGAWASAN : Bea Cukai Tarakan menggunakan anjing pelacak untuk mendeteksi barang terlarang seperti narkotika dan komoditas ilegal lainnya.
PENGAWASAN : Bea Cukai Tarakan menggunakan anjing pelacak untuk mendeteksi barang terlarang seperti narkotika dan komoditas ilegal lainnya.

TARAKAN – Di tengah meningkatnya mobilitas lintas negara menjelang Lebaran, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Tarakan memperketat pengawasan terhadap barang bawaan penumpang, khususnya dari Tawau, Malaysia.

Kepala KPPBC TMP B Tarakan, Wahyu Budi Utomo memastikan bahwa sistem pengawasan kini berjalan lebih tertib melalui pintu resmi dengan penggunaan dokumen terintegrasi.

“Penumpang dari Tawau sudah melalui jalur resmi dengan dokumen. Saat ini menggunakan sistem ‘All Indonesia’, di mana setiap penumpang diberikan kuota barang senilai 500 USD,” jelasnya.

Ketentuan tersebut berlaku untuk seluruh jenis barang bawaan. Apabila nilai barang melebihi batas yang ditentukan, penumpang wajib melaporkan dan memenuhi kewajiban kepabeanan sesuai aturan yang berlaku.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyelundupan yang kerap meningkat saat periode arus mudik, sekaligus memastikan arus barang tetap terkendali.

Tak hanya mengandalkan pemeriksaan manual dan dokumen, Bea Cukai Tarakan juga berencana mengoptimalkan penggunaan unit anjing pelacak (K-9) untuk mendeteksi barang terlarang seperti narkotika dan komoditas ilegal lainnya.

Namun, operasional unit K-9 ini akan dilakukan melalui koordinasi dengan Bea Cukai Balikpapan sebagai basis utama. “Untuk K-9 kami koordinasikan dengan Balikpapan, karena unitnya berbasis di sana. Nanti akan disesuaikan jadwalnya karena mereka juga siaga di wilayahnya,” ungkap Wahyu.

Biasanya, satu unit anjing pelacak akan disiagakan secara bergantian untuk mendukung pengawasan di Tarakan, terutama pada periode rawan penyelundupan.

Dengan kombinasi penguatan personel, sistem dokumen terintegrasi, serta dukungan teknologi dan K-9, Bea Cukai Tarakan memastikan pengawasan tetap ketat tanpa menghambat kelancaran arus penumpang.

“Tujuan kami adalah menjaga keseimbangan antara kelancaran pelayanan dan ketatnya pengawasan,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#k9 #tarakan #anjing pelacak #arus mudik #bea cukai