TARAKAN – Basarnas Tarakan mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan laut selama arus mudik Lebaran untuk lebih memperhatikan keselamatan, terutama dengan menggunakan jaket pelampung atau life jacket.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi gelombang tinggi di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) yang diperkirakan mencapai dua meter pada pertengahan Maret.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana mengatakan, keselamatan penumpang menjadi faktor utama yang harus diperhatikan saat melakukan perjalanan menggunakan speedboat.
“BMKG sudah mengeluarkan peringatan gelombang sekitar dua meter pada 14 sampai 16 Maret. Jadi kami mengimbau masyarakat agar memperhatikan keselamatan, terutama menggunakan life jacket,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian penumpang sering merasa tidak nyaman mengenakan pelampung saat berada di dalam speedboat karena ruang yang terbatas. Namun demikian, alat keselamatan tersebut tetap harus tersedia dan berada dekat dengan penumpang.
“Memang kadang terasa sempit atau risih kalau dipakai, apalagi di speedboat. Tapi minimal life jacket itu harus dipegang atau berada dekat dengan penumpang,” katanya.
Ia menegaskan penyediaan jaket pelampung merupakan kewajiban bagi pemilik atau operator speedboat untuk menjamin keselamatan penumpang. Selain memberikan imbauan keselamatan, Basarnas juga akan meningkatkan patroli di wilayah perairan Tarakan hingga Bulungan selama masa siaga SAR khusus Lebaran.
“Kita juga akan melakukan mobilitas patroli untuk memantau kondisi di lapangan, terutama di jalur-jalur transportasi laut,” jelasnya.
Basarnas berharap masyarakat dapat lebih disiplin dalam memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan, sehingga risiko kecelakaan di laut dapat diminimalkan selama periode mudik dan libur Idulfitri. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT