TARAKAN – Basarnas Tarakan menggelar Operasi Siaga SAR Khusus dalam rangka pengamanan arus mudik dan libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi tersebut berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026 dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tarakan, Dede Hariana mengatakan, posko siaga SAR ditempatkan di pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata yang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran.
“Siaga SAR Khusus ini dimulai 13 sampai 30 Maret. Posko kita tempatkan di pelabuhan, bandara, dan objek wisata,” ujar Dede, Senin (16/3).
Di sektor pelabuhan, Basarnas menempatkan personel di Pelabuhan Tengkayu I, Pelabuhan Malundung, dan kawasan Juata. Setiap titik posko dijaga empat personel untuk mempercepat respons jika terjadi kondisi darurat.
Selain itu, Basarnas juga menyiagakan satu kapal negara berukuran 40 meter, KN Seta, di perairan Juata untuk memperkuat pengawasan jalur laut selama arus mudik.
“KN Seta kita siagakan di Juata. Di pelabuhan Malundung dan Tengkayu masing-masing juga ada personel yang berjaga. Kita juga menyiapkan tim rescue boat standby di Tengkayu,” jelasnya.
Pengamanan juga dilakukan di Bandara Juwata Tarakan dengan sistem siaga selama 24 jam mengikuti jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat.
Dede menambahkan, operasi siaga SAR tidak hanya difokuskan di Tarakan, tetapi mencakup seluruh wilayah Kalimantan Utara. Di Kabupaten Bulungan disiapkan unit siaga dengan 10 personel, sementara di Kabupaten Nunukan juga terdapat pos SAR yang turut diperkuat.
“Wilayah kerja Basarnas Tarakan mencakup seluruh Kaltara. Jadi kita siapkan personel untuk mendukung kesiapsiagaan di semua wilayah,” katanya.
Basarnas juga menyiapkan berbagai peralatan SAR, baik untuk penanganan kecelakaan laut maupun darat. Namun, mengingat aktivitas transportasi di Kaltara didominasi jalur laut, pengawasan lebih difokuskan pada wilayah perairan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT