Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Minat Tukar Uang Baru Tinggi Jelang Lebaran, BI Kaltara Sudah Salurkan Rp 358,5 Miliar

Eliazar Simon • Senin, 16 Maret 2026 | 14:41 WIB

PENUKARAN : Realisasi penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah telah mencapai Rp 358,5 miliar hingga pekan ketiga Ramadan.
PENUKARAN : Realisasi penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah telah mencapai Rp 358,5 miliar hingga pekan ketiga Ramadan.

TARAKAN — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat realisasi penukaran uang baru menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah telah mencapai Rp 358,5 miliar hingga pekan ketiga Ramadan. Namun di balik tingginya minat masyarakat tersebut, BI masih menemukan kuota penukaran yang tidak dimanfaatkan meskipun sudah dipesan melalui sistem.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara Hasiando menjelaskan, jumlah tersebut merupakan aliran uang keluar (outflow) dari BI yang terdiri dari berbagai pecahan rupiah, mulai dari pecahan besar hingga pecahan kecil yang biasa digunakan masyarakat saat Lebaran.

“Total aliran outflow atau uang keluar untuk pecahan besar seperti Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu ditambah uang pecahan kecil Rp 20 ribu sampai Rp 1.000 hingga 11 Maret 2026 sebesar Rp 358,5 miliar di Kaltara,” ujarnya.

Jumlah tersebut sudah mencapai sekitar 51 persen dari total proyeksi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri di Kaltara yang diperkirakan mencapai Rp 701,7 miliar.

Menurut Hasiando, angka penukaran uang tersebut masih berpotensi meningkat seiring bertambahnya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. “Tentu angka ini akan terus bergerak. Jadi BI sebagaimana disampaikan pada saat awal Ramadan, kita siapkan kebutuhan uang pecahan besar dan kecil bagi masyarakat di Kaltara,” katanya.

Meski demikian, BI juga menemukan adanya kuota penukaran uang yang tidak dimanfaatkan masyarakat meskipun sudah melakukan pendaftaran melalui sistem layanan yang disediakan. “Misalkan kita siapkan 100 paket. Sudah dijanjikan dan hari H tidak seluruhnya habis,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya menilai perlu adanya sosialisasi yang lebih intens kepada masyarakat agar memahami mekanisme penukaran uang yang saat ini dilakukan secara digital.

Saat ini, masyarakat yang ingin menukar uang baru hanya dapat melakukan pendaftaran melalui aplikasi atau situs web Pintar milik Bank Indonesia. “Berkaitan penukaran uang, untuk masyarakat memang hanya melalui aplikasi web Pintar,” jelasnya.

Sistem tersebut diterapkan secara nasional agar proses penukaran uang dapat berlangsung lebih tertib, terjadwal, dan merata bagi masyarakat. “Karena dia seragam. Jadi hanya ada waktu tertentu dan itu dibagi dalam dua periode yang saat ini masih berlangsung. Jadi tidak lagi ada offline. Semua didaftarkan melalui aplikasi Pintar,” terangnya.

Dalam layanan tersebut, setiap masyarakat dapat menukar uang dengan batas maksimal Rp 5,3 juta per orang dengan komposisi pecahan yang telah ditentukan.

BI juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan jasa penukaran uang dengan biaya tambahan yang kerap muncul menjelang Lebaran, karena praktik tersebut tidak dibenarkan.

Dengan masih tersedianya waktu sebelum Hari Raya Idulfitri, BI memastikan akan terus berupaya memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat di Kalimantan Utara.
“Karena masih ada beberapa waktu lagi sebelum nanti masuk Idulfitri, BI tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat luas,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #bank indonesia #lebaran #penukaran uang #uang baru