TARAKAN – Kepolisian Resor Tarakan masih melakukan pengembangan terhadap temuan dugaan narkotika yang ditemukan di kawasan Pelabuhan Malundung Tarakan saat pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat kepolisian sehingga belum dapat dipublikasikan secara detail.
“Untuk di Pelabuhan Malundung memang ada temuan, tetapi masih dalam tahap pengembangan. Itu terkait narkotika, bukan praktik percaloan,” katanya, Senin (16/3).
Ia menjelaskan kawasan pelabuhan menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian khusus dalam pengawasan selama arus mudik Lebaran. Hal ini karena pelabuhan merupakan jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyelundupkan barang terlarang.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Tarakan menempatkan personel dari Satuan Reserse Narkoba di sejumlah titik transportasi strategis, seperti pelabuhan dan bandara. Penempatan personel tersebut bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap orang maupun barang yang keluar masuk melalui jalur transportasi laut dan udara.
“Personel dari Satresnarkoba kita tempatkan di pelabuhan dan bandara. Ini salah satu upaya untuk mengoptimalkan pencegahan peredaran narkotika,” jelasnya.
Selain pengawasan personel, kepolisian juga mendorong instansi pengelola pelabuhan untuk meningkatkan fasilitas keamanan guna meminimalisir potensi penyelundupan barang berbahaya.
Kapolres mengungkapkan bahwa fasilitas pengawasan di beberapa pelabuhan di Tarakan masih terbatas. Misalnya di Pelabuhan Malundung yang baru memiliki satu unit alat pemindai atau X-ray. Sementara di Pelabuhan Juwata Ferry bahkan belum dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV.
Padahal menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan di kawasan pelabuhan. “Kami mendorong pihak UPT untuk melengkapi fasilitas pengawasan seperti X-ray tambahan dan CCTV. Karena di beberapa lokasi fasilitasnya masih terbatas,” katanya.
Ia mencontohkan di Pelabuhan Juwata Ferry hingga saat ini belum tersedia kamera pengawas yang dapat memantau aktivitas di area pelabuhan. Karena itu pihaknya telah menyampaikan kepada instansi terkait agar fasilitas pengawasan tersebut dapat segera dipasang guna meningkatkan keamanan.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, diharapkan potensi peredaran narkotika melalui jalur transportasi laut dapat ditekan, khususnya selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Pengawasan akan terus kita tingkatkan agar potensi penyelundupan narkotika melalui jalur pelabuhan dapat dicegah,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT