TARAKAN – Lonjakan jumlah penumpang selama arus mudik Lebaran menjadi perhatian dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 di Kota Tarakan.
Hal tersebut disampaikan saat Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K bersama jajaran pejabat utama Polda melakukan peninjauan ke sejumlah pos pelayanan dan pengamanan pada Jumat (13/3) lalu.
Peninjauan juga dilakukan di titik transportasi strategis seperti pelabuhan yang melayani rute antar kabupaten/kota di Kalimantan Utara hingga pelabuhan internasional Malundung.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik mengungkapkan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pengamanan mudik tahun ini adalah potensi peningkatan jumlah penumpang yang tidak sebanding dengan jumlah armada kapal yang tersedia.
“Armada kapal yang tersedia masih tujuh unit seperti dua tahun terakhir, sementara jumlah penumpang pada 2024 dan 2025 meningkat signifikan dan diprediksi tahun 2026 juga akan naik. Ini yang perlu diantisipasi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian bersama agar tidak terjadi penumpukan penumpang di pelabuhan, khususnya pada puncak arus mudik maupun arus balik.
Selain pengamanan di pelabuhan dan bandara, kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan mudik, terutama terkait keselamatan berlalu lintas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memastikan kendaraan dalam kondisi siap digunakan. Jangan sampai over capacity, baik di darat maupun di transportasi air,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026, Polres Tarakan menyiagakan sebanyak 312 personel gabungan yang ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan.
Personel tersebut terdiri dari 147 anggota Polres Tarakan serta 165 personel dari berbagai instansi terkait. Polres Tarakan juga telah mendirikan tiga pos pengamanan, empat pos pelayanan, dan satu pos terpadu yang berada di Command Center untuk memantau situasi keamanan selama masa mudik Lebaran. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT