Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peredaran Ayam Beku Tekan Produksi Peternak Lokal di Tarakan, Ini Dampaknya

Zakaria RT • Minggu, 15 Maret 2026 | 17:11 WIB

 

MENGECEK: Wali Kota Tarakan Khairul meninjau komoditi di pasar tradisional Tengguyun.
MENGECEK: Wali Kota Tarakan Khairul meninjau komoditi di pasar tradisional Tengguyun.

TARAKAN - Banyaknya ayam beku yang beredar, menimbulkan polemik pada harga ayam potong lokal di Kota Tarakan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi tersebut membuat sejumlah peternak disebut mengurangi produksi sehingga stok ayam segar di pasar ikut berkurang. Alhasil harga ayam mengalami kenaikan menjadi Rp 50 hingga 55 ribu per kilonya.

Saat dikonfirmasi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tengguyun, Wali Kota sekaligus Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tarakan, dr. H. Khairul menerangkan, dari hasil pemantauan di lapangan, harga ayam potong saat ini mengalami kenaikan. Ayam potong kotor dijual sekitar Rp 48 ribu per kilogram, sementara ayam yang sudah dibersihkan mencapai Rp 50 hingga Rp 55 ribu per kilogram.

"Sepertinya ada kenaikan. Dari pedagang mengaku kenaikan harga terjadi karena pasokan ayam dari peternak lokal mulai berkurang. Sebagian peternak dikatakan pedagang mengurangi produksi karena persaingan dengan ayam beku yang banyak beredar di pasaran," ujarnya, Sabtu (14/3).

"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar tidak berdampak lebih jauh terhadap keberlangsungan usaha peternak lokal di Tarakan. Sebenarnya produksi ayam potong dari peternak lokal masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tapi ketika ayam beku masuk ke pasar dalam jumlah cukup besar, mempengaruhi daya serap terhadap ayam segar," sambungnya.

Menyadari kondisi itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengingatkan para distributor ayam beku agar menjalankan usahanya sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan oleh pemerintah daerah. Dalam rekomendasi tersebut, distributor sebenarnya diarahkan untuk memasarkan ayam beku ke luar wilayah Tarakan, bukan untuk dijual di dalam kota.

“Sesuai rekomendasinya sebenarnya mereka untuk menjual keluar wilayah Tarakan, bukan di Tarakan. Ini nanti kami akan melihat lagi rekomendasinya. Saya kira dari dinas ketahanan pangan dan pertanian dilihat dengan teliti rekomendasinya,” katanya.

Lanjutnya, selain memantau harga ayam potong, TPID Tarakan juga mengecek harga sejumlah komoditas pangan lainnya di Pasar Tenguyun. Beberapa bahan pokok memang mengalami kenaikan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun demikian, kenaikan harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

"Tentunya kami akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar untuk memastikan pasokan tetap aman hingga Lebaran. Bagaimana pun baik ayam beku dan segar dibutuhkan masyarakat. Ada yang suka ayam segar dan beku yang harganya lebih terjangkau. Kami akan mencari solusi agar kedua komoditi daging ayam ini bisa berjalan beriringan tanpa memberi dampak negatif satu sama lain," pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #ayam #lebaran #harga ayam