TARAKAN – Kota Tarakan tercatat menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Februari 2026. Berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Utara, inflasi di Tarakan secara bulanan atau month to month (mtm) mencapai 0,58 persen
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi di Tanjung Selor yang tercatat sebesar 0,56 persen dan Kabupaten Nunukan sebesar 0,24 persen. Secara keseluruhan, inflasi gabungan di tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,47 persen (mtm).
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, meskipun terjadi kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya, kondisi inflasi di Kaltara masih berada dalam level yang terkendali.
“Inflasi di Kaltara pada Februari 2026 tetap berada pada level yang terkendali. Peningkatan inflasi secara bulanan terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan yang mengikuti tren penguatan harga emas global,” ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya harga emas global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia membuat permintaan masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai ikut meningkat, sehingga memberikan kontribusi terhadap inflasi di daerah.
Selain emas perhiasan, sejumlah komoditas pangan juga turut mendorong kenaikan inflasi. Salah satunya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan serta terbatasnya pasokan dari beberapa daerah sentra produksi.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah daging ayam ras. Kenaikan harga komoditas tersebut dipengaruhi adanya penyesuaian harga di tingkat produsen dan distributor seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Meski demikian, beberapa komoditas justru membantu menahan laju inflasi. Penurunan harga tercatat pada komoditas bayam dan sawi hijau yang dipengaruhi melimpahnya pasokan lokal seiring masa panen.
“Selain itu, turunnya harga bawang merah juga ikut menahan tekanan inflasi karena meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi,” jelasnya.
Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi gabungan tiga kota IHK di Kalimantan Utara pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,75 persen. Menghadapi potensi peningkatan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga di daerah.
Berbagai langkah strategis seperti penguatan distribusi pasokan pangan, pemantauan harga di pasar hingga pelaksanaan operasi pasar akan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga komoditas.
“Ke depan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan seluruh anggota TPID akan terus memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga agar inflasi tetap terkendali,” pungkasnya. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT