Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Meski Alami Penurunan Debit Air, PDAM Tarakan Jamin Kebutuhan Air Aman hingga Lebaran

Zakaria RT • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:19 WIB

Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan
Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan

TARAKAN - Meski debit air sempat mengalami penurunan karena curah hujan dalam beberapa waktu terakhir tergolong rendah, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan menyebut cadangan air baku yang ada saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan. Sehingga PDAM meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan air hingga Lebaran.

Direktur PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan air, terutama ketika memasuki Ramadan hingga Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi air oleh masyarakat.

Ia mengakui dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi penurunan debit air akibat minimnya curah hujan di wilayah Tarakan. Bahkan sempat tercatat penurunan hingga minus 80 sentimeter pada sumber air baku.

"Insyaallah pasokan air aman. Kalau selalu berupaya agar penyaluran berjalan lancar dalam situasi apapun. Untuk kondisi saat ini masih dapat dikendalikan karena cadangan air baku yang tersedia di embung masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam beberapa waktu ke depan," ujarnya, Selasa (10/3).

“Memang beberapa waktu lalu sempat terjadi penurunan debit air hingga minus 80 sentimeter. Tapi Alhamdulillah cadangan air baku kita masih cukup sampai Lebaran. Saat ini penurunan permukaan air tercatat sekitar 12 sentimeter per hari. Tapi posisi air baku yang tersedia masih berada pada kisaran minus 10 sentimeter sehingga masih memungkinkan untuk menopang kebutuhan air masyarakat hingga beberapa minggu ke depan," sambungnya.

Dikatakannya, konsumsi air bersih biasanya mengalami peningkatan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Hal tersebut dipengaruhi meningkatnya aktivitas masyarakat di rumah, mulai dari memasak, mencuci hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Oleh Karena itu, pihaknya terus memantau kondisi cadangan air baku sekaligus memastikan distribusi air ke pelanggan tetap berjalan normal.

“Kalau memasuki Ramadan sampai Lebaran itu pasti meningkat pemakaiannya karena banyak aktivitas di rumah. Tapi Insyaallah untuk sekitar 10 hari ke depan sampai Lebaran masih aman. Selain memastikan ketersediaan air baku, kami juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan teknis pada jaringan distribusi air," terangnya.

Iwan mengakui gangguan seperti kebocoran pipa maupun kerusakan pompa distribusi dapat terjadi sewaktu-waktu. Namun saat ini sebagian besar Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta pompa distribusi telah dilengkapi dengan sistem cadangan. Dengan adanya sistem tersebut, pelayanan air bersih diharapkan tetap berjalan meskipun terjadi kerusakan pada salah satu peralatan utama.

“Sekarang hampir semua instalasi dan pompa distribusi sudah ada cadangannya. Dulu kalau pompa rusak kita harus menunggu perbaikan dulu, tapi sekarang sudah ada sistem cadangan,” terangnya.

Meski begitu, PDAM Tirta Alam Tarakan masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga stabilitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Salah satunya adalah kondisi jaringan pipa yang sebagian sudah berusia cukup tua. Selain itu, pengelolaan cadangan air baku juga menjadi perhatian utama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi terutama saat musim kemarau atau ketika curah hujan menurun.

“Kendala kita tinggal dua, yaitu pipa yang sudah tua dan cadangan air baku. Tapi Alhamdulillah cadangan air di embung-embung masih cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#cadangan air #air baku #tarakan #pdam