TARAKAN – Penanganan kebakaran lahan di Kota Tarakan tidak hanya dipengaruhi cuaca kering, tetapi juga terkendala akses menuju lokasi kebakaran serta keterbatasan sumber air di sekitar lahan yang terbakar.
Kepala BPBD Tarakan Yonsep mengatakan, sebagian besar kebakaran lahan terjadi di area kebun yang berada di dalam kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam sering kesulitan menjangkau titik api.
“Kalau jaraknya 200 sampai 500 meter masuk ke dalam kebun, kendaraan sulit masuk. Portable juga percuma kalau tidak ada sumber air,” ujarnya, Selasa (10/3).
Untuk menangani kebakaran lahan, BPBD Tarakan saat ini memiliki satu unit mobil pemadam, tiga unit pickup serta satu unit kendaraan tangki air. Selain itu petugas juga menggunakan pompa punggung untuk memadamkan api di lokasi yang sulit dijangkau.
Namun upaya pemadaman tetap terbatas apabila tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi kebakaran. “Kalau ada kolam di sekitar kebun bisa kami gunakan untuk mesin portable. Tapi tidak semua kebun memiliki sumber air seperti itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar lahan yang terbakar saat ini merupakan semak belukar. Namun apabila disertai angin, api dapat dengan cepat meluas ke area lain. “Meskipun dibantu PMK dan kehutanan, tetap sulit kalau angin kencang karena api cepat menyebar,” katanya.
Sementara itu Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan Sofyan melalui Kepala Bidang PMK, Eko Supriyatnoko, mengatakan pihaknya juga menangani sejumlah kebakaran lahan yang berada di dekat permukiman warga.
Pada Februari lalu, PMK Tarakan mencatat tiga kejadian kebakaran lahan di kawasan Juata Laut dan Jalan Bukit Mandiri. Sedangkan hingga 10 Maret 2026, sudah terdapat tiga kejadian kebakaran lahan yang ditangani PMK. Di antaranya di Jalan Aji Iskandar Juata Laut, Juata Kerikil, serta Jalan Aki Balak Tarakan Barat. Meski demikian, hingga kini belum ditemukan indikasi kebakaran yang disengaja.
“Belum ada indikasi kesengajaan. Kemungkinan besar karena kelalaian atau faktor cuaca panas yang cukup ekstrem beberapa hari terakhir,” jelasnya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama kondisi cuaca kering masih berlangsung di Tarakan. (zar/jnr)
Editor : Januriansyah RT