Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sepekan Cuaca Kering, Lima Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tarakan

Eliazar Simon • Selasa, 10 Maret 2026 | 21:03 WIB

KEBAKARAN LAHAN : BPBD Tarakan mencatat lima kejadian kebakaran lahan terjadi sejak awal Maret 2026.
KEBAKARAN LAHAN : BPBD Tarakan mencatat lima kejadian kebakaran lahan terjadi sejak awal Maret 2026.

TARAKAN – Cuaca kering yang melanda Kota Tarakan selama sepekan terakhir mulai memicu kebakaran lahan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan terjadi sejak awal Maret 2026.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan, titik kebakaran tersebar di beberapa wilayah rawan seperti Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur, Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara hingga Kecamatan Tarakan Barat.

“Hari ini sekitar pukul 15.30 WITA terjadi kebakaran di Jalan Aki Balak depan SMKN 2. Sebelumnya juga ada kejadian tadi malam, Minggu malam di Pantai Amal, dan satu lagi di Juata minggu lalu. Total sudah lima kejadian,” ujarnya, Selasa (10/3).

Menurut Yonsep, kebakaran lahan yang terjadi pada Maret ini cenderung lebih cepat membesar dibandingkan Februari lalu. Hal tersebut dipicu kondisi cuaca yang kering serta adanya tiupan angin yang mempercepat penyebaran api.

“Walaupun yang dibakar sedikit, karena disertai angin maka api cepat menyebar. Biasanya masyarakat membakar untuk membersihkan kebun setelah ditebas,” jelasnya.

Ia menyebutkan pada Februari lalu BPBD Tarakan menangani sekitar 16 kejadian kebakaran. Namun sebagian besar masih berskala kecil karena saat itu masih sering terjadi hujan. “Sekarang lahannya kering, jadi api lebih mudah menyebar,” katanya.

Yonsep menjelaskan sebagian besar kebakaran lahan terjadi di area kebun yang berada di sekitar permukiman warga. Hal ini membuat potensi risiko semakin besar apabila api tidak segera dikendalikan. “Sekarang kebun orang banyak berada di antara perumahan. Cara membuka lahan biasanya setelah ditebas lalu dibakar,” ujarnya.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum pernah menemukan pelaku pembakaran secara langsung. Kebakaran biasanya baru diketahui setelah api membesar dan dilaporkan oleh warga.“Biasanya baru ketahuan setelah api besar dan warga melapor. Saat kami datang tidak ada yang mengaku,” ungkapnya.

BPBD Tarakan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membuka lahan dengan metode pembakaran, terutama saat kondisi cuaca kering. “Kalau memang harus membakar, pastikan api terkendali dan jangan sampai merugikan orang lain,” pungkasnya. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#karhutla #tarakan #kebakaran #kebakaran lahan